Sumatera Selatan, Magnet Baru Bisnis Properti Pasca Pemilu 2019

Sumatera Selatan bisa jadi, saat ini dan ke depan akan menjadi salah satu potensi investasi baru di sektor properti. Banyak trigger yang memungkinkan Sumatera Selatan pada akhirnya menjadi salah satu pilihan terbaik para pengembang dan investor yang masuk ke Sumatera Selatan ( Sumsel). Salah satunya adalah positifnya kegiatan MICE yang  tidak pernah sepi di lakukan di Propinsi yang terkenal dengan Jembatan Amperanya.

Setidaknya ada beberapa kondisi yang pada akhirnya membuat Sumatera Selatan makin menunjukkan potensinya sebagai propinsi dengan potensi di sektor properti. (1) Sejak tahun 2015-2016 setidaknya pengembang MBR ( Masyarakat Berpenghasilan Rendah ) di Sumsel telah berhasil membangun 8.000  unit rumah setiap tahunnya.  Kondisi  itu meningkat di tahun 2017 dengan total unit yang di bangun ada 11 ribu unit rumah MBR. Itulah sebabnya Bagus Pranajaya, selaku Ketua DPD REI Sumatera Selatan optimis bahwa di tahun 2018-2019 ini pengembang yang ada di Sumatera Selatan mampu membangun 11 ribu unit rumah MBR dan 1.000  unit rumah komersial.

(2) Dengan kondisi diatas, bagusnya adalah market merespon dengan baik unit perumahan yang di bangun pengembang. Sekalipun kondisinya adalah saat ini di Sumsel justru pembeli yang ada di Sumsel berasal dari konsumen dengan nonfixed income dan swasta.  Sementara Aparatur Sipil Negara (ASN) memiliki masalah klasik yaitu kendala BI Checking.  (3) Terkait dengan maraknya kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition). Nyatanya memang hal ini membawa dampak positif terutama terhadap masuknya para investor ke Propinsi Sumatera Selatan.

Isnaini Madani, selaku Dinas Pariwisata Kota Palembang membenarkan Kota Palembang mendapatkan penghargaan khusus The Most Emerging Destination in Indonesia sebagai juara I.  Dimana lanjut Isnaini, hal itu dikarenakan Palembang  mampu menyelenggarakan event baik nasional dan international dengan hasil maksimal seperti Asian Games.

Apa  yang  terjadi di Propinsi Sumatera Selatan pada umumnya dan Palembang pada khususnya memang sejalan dengan kondisi yang saat ini terjadi di Indonesia. Dimana memasuki tahun 2019 hingga semester ke-2, sektor properti sudah menunjukkan kondisi yang lebih  baik dibanding periode yang sama tahun 2018. Dimana menurut analisa dari beberapa pihak, untuk sektor perumahan saja jumlah kapitalisasi-nya berada di angka Rp 110-120 triliun. Wajar jika pada akhirnya bagusnya kondisi ini membawa dampak positif  untuk investor luar negeri.