Motif Invasi Militer Rusia Ke Ukraina

  • Calon negara anggota harus ada di Eropa, mengikuti prinsip demokratis dalam pemerintahannya, dan bersedia berkomitmen untuk berkontribusi dalam pada keamanan Atlantik Utara.
  • Mengikuti MAP. MAP adalah program NATO berupa saran, bantuan, dan dukungan praktis yang disesuaikan dengan kebutuhan individu dari negara-negara yang ingin bergabung dengan NATO.
  • Perhelatan pembicaraan. Dalam pembicaraan itu, dibahas berkomitmen, hak, dan kewajiban calon anggota NATO.
  • Calon negara anggota harus menandatangani dan meratifikasi Accession Protocols. Terakhir, calon negara anggota perlu mengadopsi dan mengesahkan RUU ratifikasi untuk bergabung dengan NATO. Jika RUU tersebut disahkan menjadi UU, maka negara itu resmi menjadi anggota NATO.

Di sisi lain, NATO juga bisa mengundang negara lain untuk menjadi anggotanya. Setiap keputusan untuk mengundang suatu negara untuk bergabung dengan NATO diambil oleh Dewan Atlantik Utara berdasarkan konsensus di antara semua Sekutu. Bila semua syarat diatas telah terpenuhi maka negara tersebut resmi menjadi anggota NATO.

Ukraina sendiri saat ini berusaha untuk bergabung dengan NATO, hal ini disebabkan pada tahun 2014 Rusia mencaplok Crimea yang merupakan wilayah kedaulatan dari Ukraina. Dikutip dari CNNIndonesia salah satu alasan terkuat Ukraina ngotot masuk NATO adalah Rusia. bak belum “Move On”, Rusia masih berupaya menciptakan kejayaan di masa Uni Soviet, termasuk menyatukan kembali negara-negara pecahannya Ukraina.

Ketakutan Ukraina terhadap Rusia adalah hal yang sangat wajar, mengingat pada tahun 2014 saat Rusia mencaplok Crimea dari Ukraina, hanya butuh waktu beberapa hari tantara bagi Rusia menduduki seluruh wilayah Crimea. Tentunya hal ini menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi Ukraina, sehingga Ukraina sangat ingin bergabung dengan NATO agar memiliki “Back UP” dari negara-negara NATO saat menghadapi Rusia.