Palembang, Sumseltoday.com – Menyambut perayaan Hari Anak Nasional tahun 2021 yang jatuh pada 23 Juli mendatang, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan bekerja sama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia menggelar Kegiatan Seminar Mendengarkan Suara Andik LPKA Seluruh Indonesia Terkait Pelaksanaan Kebijakan Perlindungan Khusus Anak Dari Kekerasan (PKAK), Sabtu (17/7).

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Selatan Indro Purwoko mendukung penuh kegiatan ini, melalui Kepala Divisi Pemasyarakatan (Dadi Mulyadi), Kepala Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Klas I Palembang (Tri Wahyudi), dan Kasubag Humas, RB dan TI (Hamsir) untuk berpartisipasi dalam giat yang digelar secara virtual tersebut. “Kementeran Hukum dan HAM selaku instansi yang mewadahi anak-anak berhadapan dengan hukum sangat berperan penting dalam memberikan pembinaan dan pengajaran kepada anak-anak yang ada di LPKA,” jelas Dadi.

Selanjutnya, dibacakan Penghargaan Menteri PPPA kepada 6 (enam) LPKA Ramah Anak. Penghargaan tersebut diberikan pada LPKA Kelas II Maros, LPKA Kelas II Banda Aceh, LPKA Kelas I Martapura, LPKA Kelas II Ternate, LPKA Kelas I Tangerang, dan LPKA Kelas II Mataram.

WhatsApp Image 2021 07 17 at 10.05.33 1

Menteri Hukum dan HAM RI Yasonna H Laoly dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan HAN merupakan momentum penting untuk menggugah kepedulian terhadap hak-hak anak. “Kita sebagai orang yang lebih dewasa memiliki tanggung jawab mulia untuk menjadikan anak-anak yang sedang berhadapan dengan hukum ini agar kembali baik dan kembali ke hakikat asalnya, yaitu suci dan dapat diterima oleh masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Yasonna juga mengajak untuk melindungi anak-anak dari kekerasan. “Mari kita lindungi anak-anak kita, khususnya yang sedang dibina di LPKA. Fase anak merupakan fase central point dalam menentukan perkembangan anak membentuk fondasi dasar kepribadian. Anak yang mendapatkan pendidikan sejak dini dapat meningkatkan kesehatan, kesejahteraan fisik, dan mental yang akan berdampak terhadap prestasi belajarnya kelak. Tapi sebaliknya, jika anak-anak sering mendapat kekerasan ataupun rundungan, maka mentalnya akan terkena. Maka dari itu, ayo bersama-sama kita memberikan perhatian kepada anak-anak, sesuai dengan tema HAN 2021, yaitu Anak Terlindungi, Indonesia Maju.,” pesan Yasonna. (Ril)