Palembang, Sumsel today.com -Setelah melalui proses panjang, Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia Perjuangan (PDI-P) menetapkan Giri Ramanda Kiemas untuk mengisi kursi Wakil Ketua DPRD Sumsel 2019-2024. Hal ini terungkap saat Rakor Bidang Internal DPD PDIP Sumsel di Aston Hotel Palembang, Sabtu (14/9/2019).

Giri terpilih, setelah melalui fit and proper test yang meliputi psikotes dan kepemimpinan yang dilakukan oleh DPP PDI-P. Selain itu, berdasarkan surat rekomendasi DPP PDIP, juga ditetapkan nama-nama unsur pimpinan DPRD Kabupaten/Kota dari PDIP. Diantaranya, Ali Syakban (Palembang), Sukardi (Banyuasin), Jon Kenedi (Muba), Suyitno (Linggau), Devi Arianto (Murayara), Ahmad Rivai (4 Lawang). Selanjutnya, Diperlukan Anom (Prabumulih), Wahyudi (Ogan Ilir), Azandri (Ketua DPRD Mura), Aries HB (Muara Enim), Andiyanto (OKI) dan Ari Ah (Pali).

“Mudah- mudahan bisa menjalankan tugas dengan baik. Semoga dapat membawa citra baik di DPRD masing-masing,” kata Ketua DPD PDIP Sumsel Giri Ramanda Kiemas.

Pada Pemilihan Legislatif se Sumsel 2019, PDIP merupakan partai yang meraih suara terbanyak dengan perolehan 573.750 suara. Dengan prestasi ini, DPD PDIP juga optimis Bisa memenangkan pertarungan di Pemilihan sujamlah Kepala Daerah (Pilkada) yang akan digelar 2020 mendatang. “Dari 7 kabupaten/kota Yanga akan Pilkada 2020 nanti, kami menargetkan minimal dapat meraih kemenangan di 4 kabupaten/kota,” tegas Giri.

Seperti diketahui Pilkada Serentak 2020 Provinsi Sumsel akan dilangsungkan di 7 Kabupaten Kota, diantaranya Ogan Komering Ulu, Ogan Komering Ulu Selatan, Ogan Komering Ulu Timur, Ogan Ilir, Penukal Abab Lematang Ilir, Musi Rawas dan Musi Rawas Utara.

“Saat ini kita sudah punya tiga kepala daerah dari PDIP diantaranya Bupati Muratara, PALI dan Ogan Ilir. Mudah-mudahan untuk pilkada 2020, PDI bisa mempertahankannya dan ada satu lagi daerah yang akan kita perjuangkan. Tapi masih kita tutup dulu,” ungkap Giri.

Dijelaskannya, mekanisme penjaringan calon kepala daerah (cakada) sudah berlangsung. PDIP sudah membuka pendaftaran mulai awal September hingga akhir September. Setelahnya akan dilanjutkan dengan survei.

“Untuk pendaftaran bisa kita perpanjang dengan melihat animo yang akan daftar di PDI. Oktober atau November kita mulai survei untuk cari calon yang punya marketable. Memang kader kita prioritaskan tapi kalau memang tidak ada yang sesuai kriteria, kami siap menerima tokoh-tokoh dari luar yang punya integritas tinggi dan ideologi partai yang baik serta punya niat baik untuk mensejahterakan masyarakat,” jelasnya.

Sementara, Ketua Bidang Kelautan, Perikanan dan Nelayan DPP PDI Perjuangan Rokhmin Dahuri menjelaskan tema khusus dari Rakor Bidang Internal DPD PDIP Wilayah Sumsel ini terdapat dua bahasan penting.

“Pertama tentang konsolidasi untuk pemenangan Pilkada Serentak 2020 mendatang. Kedua, kami ingin memastikan kontribusi kami baik jajaran pengurus dan kader PDI Perjuangan agar Sumsel lebih makmur, lebih maju dan lebih damai,” ujarnya.

Disinggung adanya Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah yang sama-sama berasal dari PDIP, menurut Rokhmin hal tersebut sah saja dan tidak akan mempengaruhi kekuatan PDIP untuk pemenangan di Pilkada 2020

“Kami Alhamdulillah tata caranya sudah sangat mapan, jadi tidak mungkin ada merasa sakit hati antar sesama kader karena semuanya melalui mekanisme. Untuk cakada tentu kita prioritaskan kader tulen dari PDI kalau tidak ada kami harus rasional memilih tokoh yang punya integeritas dan kapasitas. Kami pastikan kemenangan PDI bukan untuk gagah-gagahan tapi untuk Indonesia lebih maju,” tukasnya. (KIA)