Mengesankan lagi, kata Herdianto produk batik yang diproduksi para warga binaan telah dibeli dan digunakan oleh Pj. Bupati Muara Enim, jajaran Pemerintah Daerah Kab. Muara Enim, para Ibu-ibu Darma Wanita serta masyarakat umum.
Herdianto menjelaskan tahapan proses pembuatan Batik ini, mulai dari proses pelilinan motif, pewarnaan, perebusan kain sampai penjahitan. Bahan dasar batik kemudian dibuat baju, selendang, dan bahan jadi lainnya, tiap bulan para WBP bisa menghasilkan 7-10 batik.
Sementara untuk pemasaran, dilakukan secara online dan offline. Untuk online melalui medsos BLP Lapas Muara Enim, sedangkan untuk offline penjualan langsung bekerjasama dengan ‘Gerai oleh-oleh Muara Enim’ dan Disperindag Muara Enim.
Kakanwil Kemenkumham Sumsel, Harun Sulianto mengapresiasi program pembinaan membatik tersebut. Ia mendorong agar seluruh Lapas, Rutan, dan LPKA terus menggelar program pembinaan untuk menjadikan para Warga Binaan menjadi SDM yang unggul, mandiri, dan produktif saat jalani dan setelah menjalani masa pidananya.












