Kanwil KemenHAM Sumsel Berikan Penguatan Kapasitas HAM bagi Pelajar SMP YPI Tunas Bangsa Palembang

Kanwil Kementerian HAM Sumatera Selatan memberikan penguatan kapasitas Hak Asasi Manusia (HAM) kepada sekitar 500 pelajar SMP YPI Tunas Bangsa Palembang dalam upaya menanamkan nilai-nilai penghormatan terhadap HAM sejak usia dini.

PALEMBANG, Sumseltoday.com – Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia (Kanwil KemenHAM) Sumatera Selatan memberikan penguatan kapasitas Hak Asasi Manusia (HAM) kepada pelajar SMP YPI Tunas Bangsa Palembang, Rabu (11/3/2026).

Kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai-nilai penghormatan, perlindungan, serta pemenuhan HAM sejak usia dini kepada para pelajar di lingkungan sekolah.

Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala Kantor Wilayah Kementerian HAM Sumatera Selatan, Hendry Marulitua. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa penguatan kapasitas HAM bagi pelajar merupakan langkah penting dalam membangun kesadaran generasi muda terhadap nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, serta sikap saling menghormati.

Hendry Marulitua menegaskan bahwa pemahaman mengenai HAM perlu ditanamkan sejak usia sekolah agar para pelajar dapat memahami hak dan kewajiban mereka dalam kehidupan sehari-hari.

Ia juga mengingatkan bahwa lingkungan sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa tanpa adanya diskriminasi maupun tindakan yang merendahkan martabat orang lain.

Selain itu, para pelajar juga diajak untuk berani menyuarakan nilai-nilai kebaikan, menghargai perbedaan, serta membangun budaya sekolah yang menjunjung tinggi penghormatan terhadap hak asasi manusia.

Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan sosial yang lebih adil, berempati, dan menghargai sesama.
“Pemahaman tentang HAM tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat, termasuk para pelajar. Kalian adalah generasi penerus yang akan menentukan bagaimana nilai-nilai kemanusiaan dijaga dan diterapkan di masa depan,” ujar Hendry.
Setelah sambutan, Hendry Marulitua secara resmi membuka kegiatan penguatan kapasitas HAM tersebut.

Selanjutnya, Kepala Bidang Instrumen dan Penguatan HAM Kanwil KemenHAM Sumatera Selatan, Berti Andriani, menyampaikan materi mengenai perundungan atau bullying di lingkungan sekolah.
Dalam pemaparannya, ia menjelaskan berbagai bentuk perundungan yang kerap terjadi di kalangan pelajar serta dampaknya terhadap korban, baik secara psikologis maupun sosial.

Ia juga mengajak para siswa untuk berani menolak tindakan perundungan serta saling mendukung satu sama lain agar tercipta lingkungan belajar yang aman dan saling menghargai.
Kegiatan tersebut juga diisi dengan pengenalan Komunitas Pemuda Pelajar Pecinta HAM (Koppetaham) Sumatera Selatan kepada para siswa.

Dalam kesempatan itu, para anggota Koppetaham memperkenalkan komunitas tersebut sebagai wadah bagi pemuda dan pelajar yang memiliki kepedulian terhadap isu-isu HAM serta aktif mengkampanyekan nilai-nilai penghormatan terhadap hak asasi manusia di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Kegiatan penguatan kapasitas HAM ini diikuti oleh sekitar 500 siswa SMP YPI Tunas Bangsa Palembang yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias.

Kepala Sekolah SMP YPI Tunas Bangsa Palembang dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan yang diselenggarakan oleh Kanwil KemenHAM Sumatera Selatan.
Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan agar para pelajar semakin memahami pentingnya menghargai hak asasi manusia serta mampu menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan.