PALEMBANG, Sumseltoday.com,- Wakil Ketua Komisi XI DPR RI  Ir.H. Hafisz Tohir menggelar diskusi bersama masyarakat kota Palembang di Gunz Cafe and Resto Palembang. Rabu Malam(07/08).

Politikus dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini sengaja menggelar diskusi bersama masyarakat kota Palembang guna menyerap aspirasi terutama dari para tokoh pemuda dan masyarakat di kota pempek ini.

Menurut Hafizs, digelarnya dialog ini karena suhu palembang dua Minggu terakhir ini cukup panas, terutama terkait pedagang kaki lima yg kena pajak dan sekolah gratis yang ternyata berbayar.

“Terkait Keresahan masyarakat pebisnis kaki lima yang terkena pajak, ternyata kan pajak itu hanya  dikenakan yang  beromzet 40 juta ke atas, sedangkan yang 40 juta ke bawah tidak dikenakan, dan itu Uda clear,” ujar Hafisz

Selain itu mengenai sekolah berbayar,  Hafisz mengatakan pihaknya selaku legislatif menyayangkan sikap lambatnya menteri membuat turunan aturan regulasi terkait sekolah berbayar ini.

“Mengenai sekolah berbayar tadi, Kitakan baru mengesahkan undang-undangnya, ini yang akan saya koreksi, iniloh karena ibu(menteri-red) lambat membuat turunan aturan regulasinya, maka sekolah sekolah memungut bayaran tambahan tadi,” ujar hafisz

“Sementara inikan undang-undang nya jelas, bahwa ini tidak boleh berbayar lagi, hak dasar rakyat itu sekolah menengah dan sekolah dasar”,tegasnya

Langkah positif menyerap aspirasi masyarakat yang dilakukan anggota DPR RI Hafisz Tohir ini disambut baik oleh warga kota Palembang.

Hadir juga pada acara tersebut  pengamat politik dan sosial Sumsel, Bagindo Togar  yang turut memberikan komentar.

“Yang paling penting bagaimana aspirasi yang dikeluhkan masyarakat selama ini dapat dieksekusi oleh anggota DPR khususnya yang dari Sumsel. Karena begitu tinggi harapan masyarakat terhadap para wakil rakyat,” ungkap Bagindo

Turut hadir beberapa tokoh pemuda dan masyarakat, puluhan komunitas, mahasiswa, dan masyarakat pedagang hadir secara langsung untuk melakukan dialog bersama Hafisz Tohir.(**)