Baturaja — Dalam upaya mendukung program ketahanan pangan nasional serta memberdayakan warga binaan, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Baturaja kembali menunjukkan komitmennya terhadap pembinaan kemandirian melalui kegiatan **pelepasan 4.000 ekor bibit ikan lele**, Kamis (09/10). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh **Kepala Rutan Baturaja, Fitri Yady, S.H., M.Si.**
Kegiatan pelepasan bibit ikan lele tersebut merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian yang rutin dilaksanakan di Rutan Baturaja. Melalui pemanfaatan lahan produktif, kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan sektor perikanan budidaya yang tidak hanya bermanfaat bagi pemenuhan kebutuhan pangan internal, tetapi juga memberikan **pelatihan keterampilan** bagi warga binaan.
Dalam sambutannya, Kepala Rutan Baturaja menyampaikan bahwa program budidaya ikan lele ini merupakan langkah nyata dalam menciptakan lingkungan pembinaan yang produktif dan mandiri.
> “Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan nilai kerja keras, kemandirian, dan tanggung jawab kepada warga binaan. Selain sebagai sarana pembinaan, hasil budidaya nantinya juga diharapkan dapat mendukung ketersediaan pangan di lingkungan Rutan,” ujar Fitri Yady.
Lebih lanjut, kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi **program pembinaan kemandirian warga binaan** yang dicanangkan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Dengan adanya pelatihan seperti ini, diharapkan warga binaan dapat memperoleh **bekal keterampilan praktis** yang dapat dimanfaatkan setelah selesai menjalani masa pidana.
Rutan Baturaja terus berupaya mengoptimalkan berbagai potensi yang ada, termasuk sektor pertanian dan perikanan, sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap pembangunan ekonomi berkelanjutan dan ketahanan pangan nasional.
Melalui kegiatan ini, Rutan Baturaja menegaskan komitmennya untuk menjadi **lingkungan pembinaan yang produktif, sehat, dan berdaya guna**, serta berperan aktif dalam mendukung program pemerintah menuju kemandirian dan kesejahteraan masyarakat.












