TALANG KELAPA, Harianpalembang.com – Pengguna jalan terpaksa harus menepi dan terjebak ditengah jalan, saat masuk di wilayah Kabupaten Banyuasin. Pasalnya tepat di jalan lintas Palembang Betung tugu selamat datang Banyuasi KM 12 terendam air sedalam betis orang dewasa.

Banjir yang terjadi di jalintim Palembang Betung KM 12 sampai arah Tanah Mas KM 13 ini sering terjadi, akibat tidak adanya drainase san saluran pembuangan air di pinggir jalan, terlebih sedang ada pelebaran jalan diwilayah ini. Akibatnya air sering menggenangi wilayah ini hingga setinggi sekitar 50 Cm atau setinggi betis orang dewasa, pengguna jalan terpaksa terjebak ditengah jalan, bahkan pengguna moto harus mendorong kendaraannya karena takut masuk ke dalam lubang pelebaran jalan.

Seperti yang dikatakan oleh Tamsil ,48, salah satu PNS Guru di wilayah Banyuasin, bersama dengan istrinya harus mendorong motor ditengah hujan, takut masuk dalam lubang pelebaran jalan, karena tingginya air menutupi lubang yang lebarnya hampir 3 meter ini.

“Banjir nak, bapak takut masuk lobang, apalagi airnya tinggi sampai tidak terlihat lubang pelebaran jalan,” katanya.

Namun berbeda yang dikatakan Herman ,41, pengendara mobil Hino truck pengangkut batu pasir, terpaksa harus menghentikan mobil truck enam rodanya di 1/4 bahu jalan lintas Palembang Betung. Karena takut truck yang biasa mengantarkan batu pasir untuk proyek pelebaran jalan ini akan anjlok ke dalam lubang, meskipun dampaknya mobil bertumpuk tidak bisa melintas.

“Tetpaksa berhenti bang, lubang pelebaran jalan tidak terlihat, kalau anjlok bisa terbalik truck aku,” katanya sambil turun dari mobilnya.

Rupanya banjir seperti ini sudah sering terjadi, bahkan jika hujan biasapun akan berakhir banjir, perlu waktu satu hingga dua jam agar genangan air hilang. Seperti yang dikatakan Liem ,50, pemilik usaha asesoris dan bengkel mobil di kawasan rumah toko (ruko) di jalan lintas Palembang Betung KM 12.

Ditinya juga mengatakan sejak dua tahun belakang hingga saat ini tidak ada pembuatan ataupun pelebaran drainase, memang ada namun tertutupi pasir dan tersumbat, bahkan kolam retensi yang ada dibelakang deretan ruko ini pun tidak berfungsi.

“Sudah sering ini terjadi, hujan sedikit saja banjir, apalagi hujan dari pagi seperti ini, mas lihat saja genangan air sampai membanjiri tangga toko,” katanya.