Harianpalembang.com, Indralaya – Seleksi pendamping desa Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi di nilai tidak profesional, pasalnya seleksi tertulis yang dilaksanakan serentak dan bertempat di Unsri Indralaya ini sempat ricuh karena peserta bingung mencari ruangan ujian Minggu (28/5/2016).

Panitia lokal yang sebagian besar berasal dari Unsri mengaku bingung dengan jumlah peserta yang berjumlah ribuan. Ditambah lagi, penetapan panitia lokalnya oleh Satker Pusat dilakukan dengan mendadak. Sehingga pelaksanaannya agak sedikit berantakan.

Sebagian besar peserta mengaku bingung dengan ruangan yang di sediakan, karena informasi yang diberikan tidak jelas. Sehingga sebagian dari peserta sempat emosi dan protes dengan panitia.

Salah satu peserta dari Muara dua, Niar sangat kecewa karena sejak pagi mencari ruangan tes tidak ketemu. “Saya mondar mandir dari pagi mencari ruangan pak, sampai sekarang masih bingung ruangan saya dimana”, keluhnya mengadu ke salah satu panitia.

Dirinya curiga sistem rekrutmen tersebut hanya formalitas belaka, hal ini terlihat tidak profesionalnya sistem rekrutmen calon pendamping desa tersebut. ” Jangan-jangan ini cuma formalitas bentuk tanggung jawab panitia saja. Mudah-mudahan jangan seperti itu kasihan dengan peserta karena sudah jauh-jauh datang kesini,” gerutu Bapak 3 anak ini.

Rekrutmen pendamping desa dimaksudkan menyediakan tenaga pendamping desa yang akan bertugas memfasilitasi dan mendampingi masyarakat dalam penyelenggaraan pemerintahan Desa, pelaksanaan pembangunan Desa, pembinaan kemasyarakatan Desa dan pemberdayaan masyarakat Desa.

Fasilitasi dapat dilakukan dengan cara-cara yang kreatif dan inovatif dengan berpedoman kepada Undang-undang No. 6 Tahun 2014 tentang Desa beserta seluruh aturan pelaksanaannya.