Adapun fitur-fitur utama yang dikembangkan dalam website ini meliputi:
- Katalog Produk Unggulan – Memfasilitasi promosi produk lokal Desa Cikasungka.
- Layaayanan Produk penjualan – Memfasilitasi produk unggulan berdasarkan rating
- Alamat produk – Sehingga ketika seseorang ingin membeli maka mempermudah orang dalam mempromosikan produk penjualan UMKM
Dengan adanya website ini, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pelayanan publik, memperluas pemasaran produk lokal, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan desa. Kegiatan pengabdian ini juga menjadi wujud nyata komitmen Telkom University dalam menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memberdayakan masyarakat.
Dengan ini telkom university yang berkolaborasi dengan dosen dan mahasiswa di jurusan Sistem Informasi dan Teknologi Informasi yang dimana hal ini membantu pengembangan web dalam proses pencatatan dalam kebutuhan penyuratan di desa cikasungka. Pengabdian Masyarakat ini diketuai oleh DEKI SATRIA dan didampingi oleh Dosen Program studi Sistem Informasi FADHIL ROZI HENDRAWAN, YUMNA ZAHRAN RAMADHAN dan dosen Teknologi Informasi WIDANG MUTTAQIN Dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi digital di tingkat desa, Telkom University Jakarta telah melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat berupa pengembangan website katalog produk sekaligus layanan administrasi digital untuk Desa Cikasungka. Program ini tidak hanya bertujuan untuk memfasilitasi pemasaran produk unggulan desa, tetapi juga menyediakan layanan administrasi seperti pengurusan surat pindah domisili, surat keterangan tidak mampu, dan berbagai kebutuhan dokumen lainnya secara terintegrasi. Proses pengembangan website diawali dengan tahap identifikasi kebutuhan melalui wawancara mendalam dengan perwakilan Desa Cikasungka, yang dalam hal ini diwakili oleh Ibu Erna selaku Kepala Keuangan Desa. Hasil diskusi mengungkap bahwa salah satu tantangan utama yang dihadapi masyarakat adalah kurangnya media pemasaran digital untuk produk lokal, sehingga potensi ekonomi desa belum tergarap secara optimal. Selain itu, proses administrasi yang masih manual turut menghambat efisiensi pelayanan publik.












