PALEMBANG.Sumseltoday.com– Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sumsel Dr.RM Taufik Husni. SH. MH menyambut baik serta mensupport hadirnya aplikasi mobile yang diluncurkan BPOM untuk melindungi konsumen. Hal ini dikatakanya pada acara talkshow sosialisasi aplikasi mobile “Cek KLIK” BPOM Palembang di Transmart Mall Palembang. Sabtu(07/09).

“kita support BPOM dengan maksimal terutama program cek KLIK ini, trus program mobile, kemudian lagi rencana kerjasama dengan beberapa media online, kemudian juga dengan Gofood, inipun adalah terobosan baru dari BPOM untuk melindungi konsumen, khusus konsumen akhir maksudnya, yakni pengguna dalam rangka mengkonsumsi minuman makanan dan obat obatan ini, Ujarnya.

Dikatakan taufik, pihaknya mengapresiasi langkah yang baik dari BPOM untuk melindungi konsumen dalam mengkonsumsi makanan minuman obat obatan serta kosmetik. Dan YLKI Sumsel  akan mensupport bentuk sosisalisasi kepada masyaratkat serta membentuk komunitas komunitas dalam menyampaikan program ini.

“kita akan dukung dengan sosialisasi kepada masyarakat, kemudian kita membentuk komunitas komunitas dalam rangka penyampaian kepada masyarakat yang belum terjamah, belum masuk atau belum dilibatkan dalam program ini oleh BPOM, nah peran kami yang akan menyampaikan ini. Ujar taufik.

“Cek Klik ini sudah mewakili keseluruhan untuk menjadi konsumen cerdas dan mandiri, karena “Klik” ini singkatan Kemasan, Label, Ijin edar dan Kedaluwarsa, jadi ini sudah memberikan penyampaian kepada masyarakat bahwa kita harus cek dulu sebelum kita konsumsi, terhadap labelnya, kedaluwarsanya, ijinnya, berikut juga kemasannya, melalui barcode kita scan dari aplikasi tersebut.

“Kepada masyarakat konsumen harus lebih  aktif lagi untuk mengikuti informasi ini, dengan cara masuk dan menngikuti program yang disediakan oleh BPOM, mengikuti instagramnya, facebooknya dan media sosial yang lainnya ataupun sarana yang disiapkan oleh BPOM, sehingga masyarakat tahu apa informasi dari BPOM, tidak hanya tentang Cek KLIK, tapi informasi yang update tentang makanan minuman serta obat obatan layak dikonsumsi dan yang tidak layak dikonsumsi”harap Taufik. (**)