
Adapun lahan gambut purun yang masih dimanfaatkan oleh masyarakat Pedamaran yakni lahan gambut purun Arang Stambun, Tanjung Sahang, Lebak Gambalan, Rawang Tinggi, Kemang Menyeti, Penyemerangan, Rutan Dini dan Sepucuk.
Gusar menegaskan, semua lahan tersebut merupakan kawasan gambut dengan hamparan purun yang luas yang berada di Desa Cinta Jaya Kecamatan Pedamaran. Dengan luas lahan gambut purun 300 sampai 700 hektar yang dimanfaatkan masyarakat Pedamaran sejak zaman dahulu.
”Kami minta lebak purun jangan digarap perusahaan dijadikan lahan sawit, karena kami sudah turun temurun purun jadikan sebagai mata pencarian kami,” cetus salah satu pendemo.
Dituturkannya, Kami minta lestarikan lebak purun gambut apalagi dari zaman nenek moyang dahulu warga Pedamaran menganyam tikar dari purun.
“Penghasilan kami dari purun ini lumayan cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga kami, dalam sehari kami dapat menganyam tikar 3 lembar, dimana satu lembar tikar dijual seharga Rp 10 ribu, jika tiga lembar tikar terjual kami dapat Rp 30 ribu perhari. Itu lumayan untuk membantu suami kami dalam memenuhi kebutuhan keluarga,” ujar Nurbaiti salah satu peserta aksi.












