Baturaja, sumseltoday.com – puluhan masyarakat kota Baturaja berunjuk rasa ke PT semen Baturaja (PTSB) mereka (masa) yang tergabung dari Warga Ring I Desa Pusar, Tanjung Agung, Air Gading, Talang Jawa dan Saung Naga, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) bersama Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) indonesia madani (indoman) dan LSM Indonesia Sosial Kontrol (ISK), yang bertindak selaku perencana kordinator Aksi Demo sekaligus warga ring Satu PTSB.
Massa yang berorasi bertepatan pada momen hari HUT PTSB yang ke 43, selasa(14/11/17).
Dalam tuntutan nya Puluhan warga tersebut meminta PTSB agar bertanggung jawab dan segera merealisasikan beberapa poin permintaan warga yang sebelum nya telah di kirim kan ke PTSB namun belum direspon positiv tetapi pernah di bahas pada sebuah pertemuan kecil yang tidak membuah kan hasil pada beberapa waktu lalu, karna hanya melalui kepala keamanan PTSB kompol dede juanda AR, anggota polri dari polda sumsel yang ber tugas sebagai kepala keamanan di PTSB beliau hanya menyampai kan saran untuk meredam gejolak warga, bukan pihak dari prusahaan PTSB yang bertanggung jawab langsung yang bisa menanggapi dan memberi solusi terhadap tuntutan warga seperti yang warga harap kan.
Menurut Subianto koordinator demo yang juga warga ring satu dan ketua dari LSM indoman mengatakan “siap melakukan Aksi Demo jika tuntutan warga kota baturaja khusus nya warga Ring I tidak di terealisasi,” tutur nya.
Adapun tuntutan yang pernah disampaikan subianto bersama rekan nya pada waktu pertemuan dengan perwakilan pihak PT diantaranya, akibat debu semen yang di duga sering membuat warga sakit di antara nya ISPA yang tak kunjung ada kompensasi jaminan kesehatan dari perusahaan, juga tentang tenaga kerja yang berjumlah 39 orang yang legalitasnya tidak jelas dan di pertanyakan, serta peledakan saat pengambilan bahan baku di tambang PT Semen mengakibatkan rumah warga retak-retak meski menurut info dari pihak PT sudah mengganti rugi beberapa bulan lalu, namun belum di ketahui kebenaran nya.
kemudian pembelian lahan warga oleh pihak perusahaan untuk pembangunan pabrik ke 2 PTSB yang ber janji bagi warga yang bersedia menjual lahan nya maka perusahaan PTSB bakal merekrut 60% warga tersebut untuk di terima bekerja di PTSB namun kenyataannya sampai sekarang tidak ada.
Di terangkan Subianto jika ia adalah mantan pekerja yang pernah menjadi karyawan di PTSB,pada saat itu selama ia bekerja di sana sebianto telah diduga di fitnah dan di rugikan dengan di berhentikan secara sepihak tanpa alasan yang jelas, serta di tuduh melakukan pencurian pasir milik Pemda OKU dan tuduhan itu tanpa di dasari bukti yang kuat.
“Ini lah bukti nya jika di duga banyak nya kecurangan yang terjadi yang telah di lakukan oleh oknum dari PTSB, sampai sekarang Saya pribadi tidak terima atas perlakuan pemecatan dari pihak perusahaan yang telah sewenang-wenang terhadap karyawannya sendiri, meski kejadian itu telah lama berlalu, terjadi pada tahun 1995 silam,” papar Subianto.
Subianto menambahkan “jika PTSB tidak memenuhi permintaan warga, maka akan melakukan Aksi Demonstrasi, meskipun hari ini bertepatan pada hari jadi Hut PTSB yang di hadiri petinggi direksi pihak PT, karna menurut nya momen ini sangat tepat di sampai kepada mereka. Namun kelang beberapa saat sebelum masa menggelar aksi mereka terlebih dahulu di datangi pihak PTSB dan tetap kompol dede Juanda lah, yang menjadi utusan PTSB di dampingi kedua anak buah nya dan di kawal 2 anggota TNI.
Dede mengatakan, akan mewakili PTSB untuk menyampai permohonan maaf karna belum bisa menerima aspirasi warga, dia juga memohon maaf dan mohon pengertian nya bukan tidak mau menanggapi tapi karna hari ini pihak pimpinan dan direksi sedang sibuk karna hari ini sedang berlangsung acara memperingati HUT PTSB dan tentu nya mereka pun sedang fokus kesana.
“saya minta agar bapak bapak semua nya melanjut kan aksi ini besok saja, tentu nya dengan suasana yang tenang kita akan bahas kembali tuntutan nya dan besok saya akan mengusahakan agar kalian bisa bertemu dan bertatap muka langsung dengan pimpinan direksi prusahaan untuk menyampai kan apa menjadi tuntutan selama ini dan akan memberikan solusi yang terbaik,” tegas nya.
Menyikapi hal tersebut, setelah berkordinasi sesama rekan nya masa pun sepakat menunda aksi nya.
“Kami menyanggupi usulan dari pak dede karna ia telah berjanji besok akan mempertemukan kami dengan direksi PTSB yang bertanggung jawab akan tuntutan kami, namun apa bila pihak PTSB ingkar kami akan kembali turun dengan jumlah masa yang lebih besar lagi dan perlu di ketahui bahwa kami hanya menuntuk hak dan keadilan kami,” pungkas subianto kordinator demo. (Hend/yos)












