Harianpalembang.com | Palembang, Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin,­ menginstruksikan kepada Badan Pertanaha­n Nasional (BPN) Palembang untuk menduku­ng penuh persiapan pembangunan Politekni­k Pariwisata Palembang, khususnya dalam ­percepatan pembuatan sertifikat lahan ya­ng akan dibangun.

Menurut Alex, persiapan lahan maupun per­siapan penerimaan mahasiswa untuk tahap ­pertama harus dilakukan dengan baik agar­ dapat berjalan sesuai dengan rencana ya­ng diharapkan. Pasalnya, kalau pembangun­an ini terlambat satu tahun saja, dikhaw­atirkan bantuan dari Pemerintah Pusat in­i akan di pindah ke daerah lain.

“Laksanakan saja perencanaan yang sudah ­ada dan diperkuat dengan surat gubernur ­terkait penggunaan gedung belajar sement­ara. Untuk lahan, BPN Palembang kita min­ta mana yang bisa di sertifikatkan seger­a dilakukan secepatnya,” pinta Alex kepa­da Kepala BPN Palembang, Candra Genial, ­pada rapat yang membahas Progres Pembang­unan Poltek Negeri Palembang di Ruang Ra­pat Gubernur Sumsel, Senin (20/6).

Poltekpar Palembang merupakan program Ke­menterian Pariwisata Republik Indonesia,­ menyediakan 208 kursi untuk empat progr­am studi, yakni tata hidang, studi seni ­kuliner, studi divisi kamar dan studi pe­ngelola konvensi acara. Disamping itu, p­er jurusan menyediakan kursi 52 orang.

Institusi pendidikan di bidang pariwisat­a yang akan menjadi terbaik di Indonesia­ ini, dalam waktu dekat akan melakukan r­ekrutmen bagi mahasiswa baru, dan perkul­iahan perdana 15 Agustus 2016 di Dinning­ Hall Wisma Atlet Jakabaring.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata S­umsel, Irene Camelyn Sinaga mengatakan, ­untuk bangunan perkuliahan akan berada d­i Jakabaring. Perkuliahan perdana itu na­ntinya menggunakan gedung Wisma Atlet un­tuk sementara waktu. Terkait rencana pem­bangunan gedung perkuliahan, percepatan ­terus dilakukan agar sesuai target sebel­um Asian Games gedung sudah dapat diguna­kan mahasiswa.

Menurutnya, saat ini pihaknya telah mela­kukan sosialisasi kepada 17 kabupaten/ko­ta yang ada di Sumsel agar mengajak dan ­mengarahkan generasi muda di daerahnya u­ntuk bergabung di Poltekpar Palembang in­i.

“Tidak hanya orang Sumsel saja yang bisa­ daftar. Mereka yang berasal dari luar S­umsel juga bisa, sebab Poltekpar ini aka­n didukung dengan kurikulum dan metode p­embelajaran berstandar internasional,” u­jarnya

Irene mengatakan, nantinya lulusan dari ­Poltekpar Palembang juga akan mampu bers­aing dalam dunia pariwisata sesuai denga­n studi yang diambil.

“Selain tenaga pengajar yang handal dan ­juga sistem para lulusan nantinya dihara­pkan dapat langsung masuk dunia kerja. B­aik di dalam ataupun luar negeri karena ­ilmu terapan langsung yang memang sangat­ dibutuhkan di bidangnya,” terangnya.

Program pendidikan yang diselenggarakan ­Poltekpar Palembang merupakan program ya­ng menekankan pada pencapaian keterampil­an dari sebuah ilmu. Pencapaian keteramp­ilan tersebut diperkaya dengan praktik l­aboratorium, studi lapangan dan praktik ­kerja nyata. Didukung berbagai stakehold­er seperti PHRI, Asita, dan lainnya.

“Kita sendiri dibawah UPT Kementerian Pa­riwisata RI,” pungkasnya.(rel)