“Jadi jika TPP tidak telat cair, ASN bisa maksimal bekerja mengabdi ke negara dan masyarakat Kabupaten Lahat. Pencairan TPP ini sudah ada ketentuannya. Dilihat berdasarkan absensi dan laporan kinerja harian.
Jika baik, akan diterima full, jika tidak baik akan dikurangi secara proposional,” jelasnya.
Muhammad Farid menyebut, ia akan terus menekankan dan mengingatkan ASN pentingnya disiplin dan tertib tata kelola Administrasi. Karena disiplin dalam bekerja bisa menciptakan iklim dan budaya kerja yang berorientasi pada hasil capaian yang maksimal dan terukur.
“Secara sistem, ASN ini sudah bekerja sangat baik. Sebelumnya hanya soal kebiasaan saja. Setelah 6 bulan terakhir, saya lihat ASN di Pemkab Lahat mulai terlihat lari kencang, untuk bekerja maksimal dan optimal,” sampainya. (Red)






