Perkiraan 1 Ramadan 2026: Versi Pemerintah, BRIN, Muhammadiyah dan NU

{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["local"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":false,"containsFTESticker":false}

Dengan metode ini, apabila hilal telah memenuhi kriteria di salah satu wilayah dunia dan konjungsi terjadi sebelum fajar di Selandia Baru, maka keesokan harinya ditetapkan sebagai awal bulan.

4. Versi Nahdlatul Ulama

Nahdlatul Ulama (NU) hingga kini belum menetapkan secara resmi awal Ramadan 2026. Seperti biasa, NU akan menunggu hasil rukyatul hilal pada akhir bulan Syaban.

Namun, merujuk pada kalender Amanak NU, 1 Ramadan 1447 H diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Perbedaan awal Ramadan berpotensi terjadi antara Muhammadiyah dengan pemerintah dan sebagian ormas Islam lainnya. Meski demikian, umat Islam diimbau menunggu penetapan resmi pemerintah melalui sidang isbat menjelang akhir Syaban 1447 H.

Demikian informasi perkiraan 1 Ramadan 2026. Semoga dapat menjadi referensi dalam mempersiapkan diri menyambut bulan suci Ramadan.