Sejumlah warganet bahkan mengusulkan agar perayaan malam tahun baru dialihkan ke kegiatan yang lebih bernilai sosial dan spiritual, seperti doa bersama untuk para korban bencana.
“Saat saudara-saudara kita sedang kesulitan akibat bencana, alangkah baiknya jika kita menahan euforia. Kalau diganti dengan doa bersama atau tabligh akbar, tentu jauh lebih bermakna,” tulis salah satu warganet.
Respons positif juga datang dari warga lain yang memuji sikap kepemimpinan Wali Kota Palembang yang dinilai mengedepankan nilai kemanusiaan.
“Setuju sekali, pak. Saat ini banyak saudara kita yang sedang berduka. Langkah ini patut diapresiasi,” tulis komentar warganet lainnya.
Jika nantinya kebijakan tersebut resmi ditetapkan, Pemkot Palembang diharapkan dapat memberikan arahan lanjutan terkait bentuk kegiatan alternatif yang tetap menjaga ketertiban umum serta menumbuhkan solidaritas sosial di tengah masyarakat.












