Optimalisasi Lifting, SKK Migas Lakukan Kunjungan Kerja Akhir Tahun

SKK Migas bersama Pertamina menargetkan 1 juta BOPD dan 12 BSCFD (miliar standar kaki kubik per hari) gas pada 2030.

“Kelima sumur pertama yang tajak di tahun 2022 ini menunjukkan upaya SKK Migas dan KKKS untuk segera “berlari kencang” sejak awal tahun dalam upaya mencapai target produksi yang telah ditetapkan,” imbuhnya kemudian.

Adapun kelima sumur tersebut ialah Sumur RNT-PRD09 – KKKS Pertamina EP, KRG-PA1 – KKKS Pertamina EP, B-2102 – KKKS Pertamina EP, SRN-P3 – KKKS Pertamina Hulu Rokan, dan MNA-P3 – KKKS Pertamina Hulu Rokan.

Menurut Julius, untuk mengejar target lifting tahun 2022, maka pihaknya menargetkan sekitar 700 sumur dapat dibor pada tahun 2022. “Perhitungan produksi dan lifting pada awal 2022 menjadi penting bagi SKK Migas dan KKKS untuk mendapatkan acuan awal performance produksi dan melakukan berbagai upaya untuk mencapai target produksi migas di tahun 2022,” terangnya.

SKK Migas mencatat, per tanggal 29 Desember 2021 lifting minyak berada di angka 648 ribu BOPD (barel minyak per hari) dan gas sebesar 5.500 MMSCFD (standar kaki kubik per hari) dengan status stock lifting 4,02 juta barel. Dengan adanya optimalisasi akhir tahun serta pengurasan stock maka prognosa lifting pada akhir tahun 2021 menjadi 660 ribu BOPD untuk minyak dan 5.505 MMSCFD untuk gas.