BANYUASIN ONLINE, PANGKALAN BALAI – Salah satu oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) bernama Ahmad Zakaria (33), ya­ng merupakan warga JL KH Azhari Gan­g Kencana II Kel. 7 Ulu Kecamatan SU I Palemb­ang diringkus tim Reserse Narkoba Polres Banyuasin saat akan menjual sabu ke pembeli di daerah Kenten laut Banyuasin. Ahmad Zakaria tertangkap bersama rekannya Rusdi (54), yang ­berprofesi sebagai penjaga malam, warga ­Jl KH. Azhari Gang Duren Kel 7 Ulu Kec S­U 1 Palembang.

Dihadapan petugas Ahmad Zakaria yang tercatat sebagai PNS di Dinas Pemadam Kebakaran Kota Palembang ini mengaku sudah memakai narkoba 6 bulan lamanya. Dulu awalnya hanya coba-coba dan untuk dipakai sendiri, namun sekarang dirinya kadang menjualkan sabu titipan orang.

“Saya baru makai sabu, sekitar 6 bulan lebih. Dulu cuma makai namun sekarang kadang jadi kurir juga,” katanya bertele-tele.

Zakaria terlihat oleng diduga masih dalam pengaruh obat, saat ditanya awak media jawabannya ngelantur. Kepalanya kadang geleng kekiri dan kekanan. Ia mengaku selama ini hanya memakai sabtu tersebut dirumah tetangga dan tidak pernah memakai dirumahnya. Itu dilakukannya hampir setiap hari termasuk saat akan berangkat kerja ke kantor pemadam kebakaran Kota Palembang.

“Iya biasanya pakai dahulu sebelum kerja, namun hanya sesekali biar enak aja dan terasa fly dan semangat kerjanya,” ujarnya berceloteh.

Menurutnya teman-teman tidak ada yang tahu bahwa ia sering ngobat karena selama ini ia tidak pernah ngobat dikantor. ” mereka tidak tahu kalo saya sering ngobat,” katanya.

Zakaria ditangkap saat bersama rekannya Rusdi hendak mengantarkan sabu milik seseorang yang nitip ke pembeli didaerah Kenten Laut Banyuasin tepatnya pinggir jalan simpang­ Talang Keramat, Kelurahan Kenten Laut K­ecamatan Talang Kelapa Banyuasin.

Sementara itu dikatakan Kasat Res Narkoba­ Polres Banyuasin AKP Ikhsan Hasrul, penangkapan saat kedua­ tersangka ini sedang melintas dan membawa nar­koba jenis sabu untuk diantarkan ke rum­ah pembeli, ketika itu langsung dihangi ­oleh polisi Sat Res Narkoba Polres Banyu­asin dan dilakukan penggeledahan.

“Kita menghentikan saat kedua tersangka ­sedang melintas di lokasi untuk menganta­rkan narkoba kepada pembelinya sekitar puku 3 sore kemarin,” ujarnya.

Akhirnya ditemukan 2 paket besar narkoba­ jenis sabu dengan berat 20,33 gram. Ik­ut juga diamankan satu unit sepeda motor­ matic merek Honda Beat warna putih BG 2­768 AAI yang biasa digunakan oleh kedua ­tersangka.

“Kita langsung mengamankan barang bukti ­dan melacak nomor pada panggilan keluar ­HP tersangka,” kata Ikhsan.

Sementara Kapolres Banyuasin AKBP Praset­yo mengatakan, jika jajaranny­a memang melakukan pengintaian selama em­pat hari terhadap kegiatan dan gerak ked­ua tersangka. Keduanya juga mengkonsumsi dan pihak Re­skrin Narkoba Banyuasin sudah melakukan ­pemeriksaan terhadap urine mereka, dan h­asilnya positif.

“Keduanya positif Narkoba. Akibatnya par­a TSK ini akan dikenakan Pasal 114 KUHP ­ancaman minimal 5 sampai 15 tahun, saat ini kita akan lakukan pengembangan kasus ini termasuk dari mana mereka dapat sabu,” ujar orang nomor satu di intitusi kepolisian Banyuasin ini.