RANTAU BAYUR (Banyuasin Online) – Dua bulan terakhir masyarakat Kecamatan Rantau Bayur yang berada di pinggiran sungai musi dilanda banjir. Kini air mulai menyurut dan timbul permasalahan baru, masyarakat Tebing Abang dan sekitarnya mengalami krisis air bersih, Jumat (15/4/2016).
Maklum selama ini masyarakat di Kecamatan Rantau Bayur untuk memenuhi air bersih mengandalkan air sumur galian. Namun ada yang juga masyarakat setempat yang mengandalkan air sungai untuk keperluan sehari-hari.
Karena banjir beberapa bulan terakhir, air sumur belum bisa digunakan lagi karena bercampur dengan lumpur. Hal ini menimpa hampir seluruh masyarakat Kecamatan Rantau Bayur terutama warga desa yang rumahnya dekat dengan sungai musi dan datarannya rendah.
Diungkapkan salah satu masyarakat Tebing Abang Laut, Sayuti, menurut dia banjir yang melanda masyarakat kemarin cukup tinggi. Namun saat ini air mulai surut dan masyarakat memiliki masalah baru yakni tidak tersedianya air bersih.

“Warga kebanyakan mengandalkan air sumur untuk kebutuhan sehari-hari, karena banjir kemarin seluruh sumur tertutup air dan kini banyak dipenuhi lumpur, jadi warga susah mencari air bersih,” ungkapnya.
Sementara itu Kadis Sosial Banyuasin, Roni Utama saat dihubungi via telepon mengatakan untuk saat ini pihaknya telah membantu masyarakat Desa Lebung, namun khusus masyarakat desa lainnya memang belum diberi bantuan.
“Nanti kami akan berkoordinasi dengan PDAM masalah kebutuhan air bersih. Kita ada tangki dan apapun yang dibutuhkan kita siap, nanti senin insya Allah saya koordinasi dahulu,” pukasnya.












