Harianpalembang.com, LAMPUNG – Angesti Sistiani gadis cantik yang berani melawan saat akan diperkosa dan akhirnya tewas rencananya akan dimakamkan di Lampung Timur. Angesti sudah lama tinggal dengan neneknya bernama Sukimah (54) di Sukabumi.

Kedua orangtuanya Siti dan Siswanto berada di Lampung. Rencananya korban akan dimakamkan di Desa Pelindung Jaya tepatnya di Dusun 07, Kecamatan Gunung Pelindung, Lampung Timur.

Angesti akan dekat dengan kedua oarngtuanya yang tinggal di Lampung, sebelumnya Angesti memang sering bolak-balik ke Lampung dan Sukabumi rumah neneknya.

Korban tewas setelah melawan terduga pelaku bernama Dadang Rismawan (21) tak lain tetangga korban yang berupaya memerkosanya.

Korban tinggal dengan neneknya di Sukabumi dan tetangga korban yang menyukainya berniat memerkosa, namun lantaran korban menolak akhirnya nyawanya dihabisi oleh pelaku.

Angesti ditemukan tak bernyawa di sebuah warung bubur kacang hijau di RT 17 Rw 4 Kampung Sungapan, Desa Kadudampit, Kecamatan Kadudampit, Kota Sukabumi, Jawa Barat.

Gadis Lampung asal Boyolali
Seperti dikutip dari tribunSolo.com, berdasar penelusuran dari akun media sosial Facebooknya, perempuan ini berasal dari Jawa Tengah.

Namun ia tinggal di Bandar Lampung. Dalam postingan di Facebook Ia mengaku sebagai gadis Lampung.

Namun kejadian yang menewaskan dirinya terjadi di Sukabumi, Jawa Barat.

Ditemukan Tak Berpakaian
Wanita yang belakangan diketahui bernama Angesti Sistiani itu ditemukan dalam keadaan tak berpakaian.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus, mengatakan, Sukimah (54) merupakan orang yang pertama kali menemukan jasad Angesti dalam keadaan tidak bernyawa pada Sabtu (11/6/2016).

Angesti merupakan gadis cantik berusia 19 tahun yang dikenal ramah oleh teman-temannya.

Kronologi Pembunuhan

Kabarnya sebelum dibunuh, Angesti yang menjadi korban ini sempat dipukul di bagian lehernya dan dibekap mulutnya oleh tersangka hingga tak sadarkan diri.

Jajaran Polres Sukabumi Kota, Jawa Barat menangkap pelaku pembunuhan seorang gadis warga Kampung Sungapan, Kabupaten Sukabumi yakni yang masih bertetangga dengan tersangka.

Pelaku pembunuhan disertai dengan pemerkosaan yakni Dadang Rismawan (21) adalah tetangga korban yang rumahnya berdempetan di Desa, Kecamatan Kadudampit, kata Kapolres Sukabumi Kota AKBP Rustam Mansur didampingi Kasat Reskrim Polres Sukabumi Kota AKP Joni Surya Nugraha di Sukabumi, Minggu.

Dikenal ramah
Ia sangat aktif menyapa teman-temannya di sosial media. Apapun yang ia posting selalu mengundang teman-temannya untuk berkomentar dan menanggapi postinganya tersebut.

Termasuk ketika kabar tragis tentang Angesti menyebar, akun Facebooknya yang bernama Angesti Sistiana pun banjir dengan ucapan duka cita.

Update status
Dari pantauan tribunSolo.com, Angesti sempat mengunggah sebuah status sehari sebelum kejadiaan naas itu menimpanya.

Ia memperbarui status Facebooknya pada 10 Juni 2016 pukul 20.00 WIB, atau kurang dari 24 jam sebelum ia ditemukan tak bernyawa pada Sabtu 11 Juni 2016.

Ramaikan lah 2b444e49,” tulis Angesti. Tampaknya ia sedang mengajak teman-temannya untuk meramaikan BBM miliknya.

Tapi malang, justru postingan status terakhir Angesti tersebut yang ramai dengan ucapan duka cita.

“Inalillahi waina ilaihi roziun telah pulang kerahmatulloh angesti sistiani smoga amal ibadah nya di trima di sisi Alloh SWT,” tulis Amelia Amlia Love.

“Inalilahi smoga di terima amal ibadah nya di tempat kan di sisinya tempat yang paling indah amin,” tulis Iman.

Ada juga netizen yang mengaku belum percaya jika Angesti telah pergi untuk selamanya.

“Masak sih mbak, masih gak percaya,” tulis Anna Tasya.

Dibunuh Tetangga
Dari kabar terbaru, Jajaran Satuan Reserse Kriminal Polres Kota Sukabumi telah mengamankan seorang pria berinisial DR yang merupakan terduga pelaku pembunuhan terhadap gadis cantik tersebut.

Kepala Satreskrim Polresta Sukabumi, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Jhoni S Nugraha mengatakan, saat ini DR belum ditetapkan sebagai tersangka.

Meskipun DR sudah mengakui telah membunuh gadis berusia 19 tahun itu. DR mengaku awalnya tidak berniat untuk membunuh Angesti. Ia hanya ingin memperkosa Angesti. Tapi saat hendak melaksanakan niatnya itu, Angesti melawan.

DR mengaku kalap lalu mencekik Angesti hingga tewas. DR mengatakan, selama ini, dia memang jatuh hati pada Angesti.

Apalagi DR tinggal di rumah yang letaknya bersebelahan dengan warung bubur milik nenek korban, yang selama ini dijadikan tempat tinggal oleh korban.

Minta dihukum mati
Netizen yang mendengar berita ini pun kembali menyuarakan dukungannya. Banyak yang meminta kepada pihak kepolisian agar pelaku dihukum seberat-beratnya atas tindakan keji yang ia lakukan.

Bahkan tak segan-segan, netizen meminta agar pelaku dihukum mati.

Laraz AmizHa PatHel, “Dah hukum mati aza yg bunuh,, biar pd kapok,, krna dia orang tidak berguna.”

Didit Wahyoedi Titho, “Akibat apa???? Akibat terpengaruh Miras!!!!! smoga Tuhan melaknat pelakunya.”

Popay Jack, “Layak untuk dihukum mati.” (*)