Banyuasin III, Banyuasin Online – Hampir 12 jam dipusat Ibukota Kabupaten Banyuasin kondisi Listrik dari PLN mengalami Byarpet, belum diketahui pasalnya yang jelas kini sedang dirasakan warga yang berdumisili di Dua RT di Lingkungan IX Kelurahan Pangkalan Balai Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin.

Yang terparah listrik terjadi dialami warga di RT 26 dan 27 mengalami pemadaman listrik secara total yang sudah terjadi hampir 12 jam, pemadaman didua RT ini pada pukul 17:00 wib, Selasa. (3/5) lalu hingga pukul 15:00 wib dan Rabu ini (4/5) Listrik juga masih belum menyala.

Padahal tidak ada hujan dan tidak ada angin serta tidak ada jaringan listrik yang rusak, tetapi mengapa justru mengalami pemadaman.

Ironisnya di RT 28 dan 29 bahkan dilingkungan lain tidak dilakukan pemadaman dan terlihat semua jaringan listrik menyala.

Dari informasi yang didapat dilapangan tampak sebuah trafo untuk mendistribusikan aliran listrik ke RT26 dan 27 terlihat sengaja dilepas oleh petugas tanpa ada alasan yang jelas itulah yang membuat warga sekaligus sebagai pelanggan ini kecewa.

Akibat dari pemadaman ini banyak warga mengalami kerugian baik materi maupun waktu. Warga meminta kepada Pemerintah Banyuasin untuk melakukan sidak atau perombakan menejemen dalam PLN Rayon Palembang Cabang Pangkalan balai tersebut.

Dampak lain dari padamnya listrik tersebut, warga juga kesulitan mendapat pasokan air bersih dari PDAM, terpaksa untuk kepentingan mandi dan mencuci harus mengungsi dengan memanfaatkan air aliran sungai disekitar permukiman.

“Awalnya kami tidak tahu kalau ada perangkat di gardu itu dilepas. Kami mengira petugas hendak mengganti atau memperbaiki. Namun kenyataannya sampai saat ini belum juga menyala listriknya”, jelas Basor(45) salah satu warga sekaligus pelanggan listrik yang mengaku dirugikan.

Pedagang Sembako yang juga sebagai Warga RT 28 Kelurahan Pangkalan balai mengaku kesal dari ulah petugas PLN melakukan pemdamanan yang sampai berlama-lama semacam ini, dirinya mengalami kerugian materil yang cukup besar.

“Akibat dari pemadaman ini saya tidak bisa melayani pengisian galon, kalau pun bisa saya menghidupkan ganset selama dua hari saya sudah menghabiskan 20 Liter BBM, bisa dibayangkan berapa biaya ekstra dikeluarkan”, ujarnya.

Dirinya meminta kepada Pemerintah Banyuasin agar segera mengambil tindakan tegas terhadap petugas PLN agar masyarakat tidak terlalu sering dirugikan, apalagi ini dipusat Ibukota Kabupaten.

“Saya minta baik kepada DPRD maupun Bupati Banyuasin agar segera bertindak tegas terhadap kinerja PLN Banyuasin yang seenaknyabmelakukan pemadaman”, tegasnya.

Senada diungkapkan Mastiya (21) Ibu Rumah Tangga, juga warga yang sama, dirinya mengaku kesal dengan prilaku petugas PLN banyuasin yang seenaknya memadamkan listrik.

“Saya bingung apa yang membuat para petugas PLN dan Managernya selalu melakukan kondisi listrik menjadi byarpyet. Sedangkan kami selalu bayar meskipun harga karet murah dan kami belum beli beras. Namun kami selalu prioritaskan untuk membayar listrik, tapi masih dipadamkan terus”, cetusnya.

Masih kata dia, akibat dari pemadaman listrik dirumahnya. Alat-alat elektronik dan bahan makanan yang disimpan dalam kulkas dirumahnya menjadi rusak.

“Banyak sayur dan ikan didalam kulkas saya menjadi busuk dan kulkas saya bila listrik mati langsung bergetar dan sekarang tidak lagi dingin seperti dulu”, ungkapnya.

Dirinya menambahkan, pemerintah Banyuasin harus bersikap tegas dan segera bertindak. Sebab masalah ini sudah terlalu sering dirasakan.

“Saat ini kami nantikan kinerja Pemerintah Baik DPRD maupun Pemerintah Banyuasin. Sebab kami disengsarakan ulah dari pemadaman yang dilakukan oleh PLN Banyuasin ini. Kami masih punya perwakilan di DPRD dan Pemerintah maka saya minta dipenuhi janji sebelum jadi, harapnya.