Banyuasin Online, Rantau bayur – Beberapa bulan terakhir Babi Hutankembali menyerang tanaman yang ditanam oleh penduduk Desa lebung kecamtan rantau bayur,Petani dibuat resah oleh serangan Babi Hutan (Celeng) tersebut. Umumnya Babi Hutan menyerang tanaman seperti padi dan jagung,biasanya serangan dilakukan pada malam hari.
Beberapa warga sudah melakukan pencegahan dengan memasang jerat namun hal inipun belum bisa membuahkan hasil. Dan untuk meminimalisir serangan hama celeng para petani membuat pagar (srisig) yang terbuat dari bambu.
Meski demikian petani juga melakukan harus jaga malam dilahan sawahnya karena tidak menutup kemungkinan celeng bisa menembus masuk ke lahan dan merusak tanaman yang ada. Kalau sebalumnya celeng keluar dari sarangnya menjelang sore atau malam hari namun sekarang ini celeng bisa keluar sewaktu -waktu bahkan siang haripun.
Syawal (63), petani Desa lebung kecamatan rantau bayur ,selasa (17/5)mengatakan , hama babi tersebut berasal dari hutan sekitar,yang berasal dari desa tetanga,dan berjumlah sangat banyak.
“Bahkan ada tanaman yang gagal panen, sebab itu petani semakin enggan dan menurun semangatnya untuk menggarap lahan pertanianya Sebab jika tidak ditunggui maka diserang babi yang datang bergerombol,” ungkap syawal
Dia mengatakan, meski dijaga petani, gerombolan babi tersebut tetap leluasa menyerang tanaman, sebab saat dihalau hanya bergerak tidak jauh dari tempat itu. Lalu lama kelamaan kembali lagi dan memakan apa pun yang ada.,kami berharap kepada pemerintah daerah,untuk membantu kami dalam menangani masalah ini,ungkapnya
Kadis Kehutanan dan Perkebunan kabupaten banyuasin,melaluiI kabid sapras dan perlindunggan drs,danul burhan mengatakan”, untuk mengusir hama, masyarakat harus membuat kelompok pemburu monyet dan babi. “Cara lain membuka kebun untuk tanaman perangkap seperti ubi kayu dan lainnya,” kata nya.












