Seluruh besaran sistem peradilan tersebut dijalankan oleh aparat-aparat penegak hukum dan pelaksana kekuasaan kehakiman yang diwujudkan melalui struktur hukum yang teratur.
Salah satu yang memiliki peranan penting dalam sistem peradilan adalah Hakim. Bahkan, hakim selalu dipersepsikan oleh masyarakat sebagai wakil Tuhan di dunia guna menegakkan keadilan di dalam setiap keputusannya. Pentingnya peranan hakim dan banyaknya persepsi serta harapan masyarakat kepada hakim membuat kadang kala hakim dituntut untuk dapat mengikuti kehendak dan pandangan masyarakat mengenai apa yang disebut sebagai “keadilan”. Maka, ketika hakim mengeluarkan suatu putusan yang tidak sesuai dengan rasa “keadilan” masyarakat, akibatnya hakimlah yang selalu menjadi objek ketidakpuasan dari masyarakat.
Misalnya saja kasus penyerangan dan penyabetan hakim oleh salah satu oknum advokat yang terjadi di PN Jakarta Pusat. Kasus Penyerangan terhadap hakim tidak hanya terjadi sekali atau dua kali saja, contohnya pada tahun 2017 lalu, telah terjadi pelemparan kursi kepada ketua PN Jambi yang dilakukan oleh sekelompok massa di pengadilan. Alasannya pun selalu sama, kedua pelaku penyerangan hakim tersebut mengaku tidak puas dengan putusan yang diberikan oleh Majelis Hakim.






