Harianpalembang.com, PALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), H Alex Noerdin mengatakan Light Rail Transit (LRT) merupakan alat transportasi paling mutahir dan modern di Indonesia. Hal itu diungkapnya saat Diskusi Tentang Proyek LRT di Ruang Empirio 5-6 Hotel Arista Palembang. Sabtu (4/6).

Alex menambahkan, pembangunan LRT ini merupakan infrastruktur yang paling besar dengan menyerap dana APBD hampir 12,4 Triliun dan pertama kali di Indonesia.

Menurutnya, manfaat pembangunan LRT ini untuk mensukseskan pergelaran Asian Games 2018, lalu peningkatan mutu pelayanan transportasi perkotaan palembang melalui percepatan waktu tempu dan mengurangi kemacetan serta peningkatan keselamatan transportasi, kemudian transpostasi yang ramah lingkungan dan menarik kepercayaan para investor. Terangnya

“Kalau kita tidak bangun LRT mulai dari sekarang maka akan terjadi kemacetan total sampai 2019, maka itulah kita ambil tindakan yang berani, kalau tidak kita lakukan sekarang akan terlambat, maka itu kita lakukan sekarang, kalau tidak berani mengambil tindakan tidak ada LRT,” ucapnya

Lanjut ia menjelaskan, LRT mempunyai jarak sepanjang 23 KM dengan memilki 13 stasiun. “Dengan jarak sepanjang 23 KM mulai dari Airport sampai Jakabaring Sport City (JSC), nanti para atlit bisa langsung turun dari bandara langsung menuju ke JSC dan bisa langsung nginap di wisma atlit,” sambungnya.

Pekerjaan ini boleh saja terlihat mudah, akan tetapi dengan waktu selama 2 tahun, itu satu hal yang amat sangat sulit, dengan memilki tingkat kesulitan yang sangat tinggi, kalau melesat sedikit akan fatal akibatnya.

“Tidak mudah kita mendapatkan LRT atau disebut dengan “Civic Home Breanding”, bersyukur saya mendapatkan dukungan dari masyarakat Sumsel. Untuk menjadi tuan rumah Asian Games 2018 harus punya infrastruktur yang berstandar internasional, dan kita sudah buktikan itu,” tandasnya.

Sementara itu, Pakar Transportasi Universitas Trisakti, Yayan Supriyanto menyampaikan, tentu Provinsi Sumsel yang pertama membangun LRT di Indonesia.

“Kedepannya LRT ini akan mengantisipasi kemacetan, LRT juga mempunyai daya tarik tersendiri khususnya Kota Palembang, di lain sisi kita bisa melihat dari sisi ekonominya orang justru tertarik dan dilihat secara politik ini menjadi kebanggaan masyarakat sumsel,” ujarnya

Sambung, Pengamat Ekonomi Universitas Sriwijaya, Prof. Didik Susetyo mengatakan, LRT mendorong pembangunan daerah dan pertumbuhan kawasan perkotaan dan hinterland, Lalu LRT memiliki prospek yang bagus sebagai moda yang menjembatani konektivitas antara kawasan, LRT juga akan membantu kelancaran mobilitas masyarakat dan mendorong kegiatan ekonomi-sosial.

“Diharapkan LRT menjadi layanan publik dengan tarif yang seharusnya murah dan muda. Tentu kehadiran LRT sangat ditunggu bagi masyarakat dan betul-betul pilihan untuk mengurangi kemacetan,” urainya.