Sumseltoday.com, Palembang – Konstalasi politik kota Palembang mulai memetakan sejumlah nama yang berpotensi bertarung pada Pilkada tahun depan. Meskipun banyak kandidat yang sudah melakukan sosialisasi, tapi hanya beberapa nama saja yang memiliki potensi untuk bertarung. Hal ini terlihat dari hasil survey Jaringan Suara Indonesia (JSI) yang dilakukan pada awal Juli lalu.

Direktur Eksekutif JSI, Fajar S Tamim mengatakan, dari 14 nama yang muncul setelah dilakukan survey hanya 5 nama yang berpotensi untuk maju pada Pilwako nanti. Kelima nama tersebut berdasarkan elektabiltas tertinggi yakni, Harnojoyo (incumbent), Sarimuda, Lury Elza Alex, M Akbar Alfaro dan Mularis. “Kelimanya memiliki elektabilitas tertinggi sehingga sangat berpotensi, sedangkan yang lain masih sangat kecil dan dapat dikatakan sulit untuk mengejar,” kata Fajar kepada wartawan di Palembang, Rabu (26/07).

Menurut dia, yang cukup mengejutkan dari rilis tersebut yakni dengan munculnya nama M Akbar Alfaro di urutan keempat. Walaupun pendatang baru ia mampu bersaing dengan wajah lama dan bahkan mengungguli Mularis. “Dengan waktu yang masih cukup lama, maka sangat berpeluang untuk mengejar elektabilitas seiring dengan angka popularitas yang meningkat,” jelasnya.

Ia pun menyebutkan, angka popularitas kelimanya beragam. Dimana tingkat keterkenalan publik terhadap Harnojoyo dan Sarimuda sudah sangat tinggi sehingga elektabilitasnya mentok. Sedangkan Mularis cukup dikenal tapi elektabilitasnya masih rendah, kemudian M Akbar Alfaro, popularitasnya masih rendah, sehingga mempengaruhi elektabilitasnya. Dengan waktu yang cukup panjang Akbar diyakini masih mampu mengejar elektabilitasnya seiring popularitasnya terus meningkat.

“Dengan posisi sekarang berada dirutan keempat, Akbar sangat terbuka untuk mengejar. Apalagi popularitasnya belum merata, sehingga celah elektabilitasnya cukup terbuka jika semua tempat di kota Palembang dan pemilih dia sentuh nanti,” terang Fajar.

Ditambahkan Fajar, biasanya trend pemilih, elektabilitas dipengaruhi popularitas. Sebab orang memilih pasti kenal terlebih dahulu. Dari kelima nama tersebut ada yang sudah populer tapi elektabilitasnya rendah. Ada juga popularitas rendah sehingga elektabilitasnya masih rendah pula. “Inilah yang masih bisa digarap dan kemungkinan berubah,” ungkapnya.

Pasangan Mempengaruhi Pemilih

Masih menurut Fajar, dalam pilkada nanti pasangan calon walikota dan wakil walikota akan mempengaruhi pemilih. Artinya, dari kelima nama tersebut sangat dinamis siapa yang akan berpasangan, siapa yang akan menjadi walikota, atau jadi wakil walikota. “Potensi pasangan inilah yang harus diperhatikan oleh kandidat untuk meyakinkan pemilih,” beber dia.

Dikatakannya, masyarakat Palembang memilih calon pemimpin lebih melihat kepada karakter atau kepribadian kandidat. Bagaimana sosok yang ditampilkan tersebut dinilai mampu menyelesaikan problematika masyarakat, terutama mengenai infrastruktur. “Masyarakat banyak mengeluhkan Banjir misalnya, sehingga mereka akan memilih kepada calon yang dinilai akan mampu menyelesaikannya. Begitu juga dengan penyelesaian problem lainnya,” tutup Fajar.