- Dalam satu hari, menghabiskan lebih dari 6-8 jam untuk bermain gadget. Bisa dibayangkan apa yang terjadi jika anak-anak di bawah umur menghabiskan waktu sebanyak itu berselancar dengan gawai mereka. Kebutuhan tubuhnya bergerak tidak tercukupi tentunya. Hanya bertumbuh dan berkembang terabaikan, bukankah termasuk kejahatan pada tubuh yang sudah Tuhan anugerahkan begitu sempurna. Oleh karena itu perlu adanya kegiatan yang bisa dilakukan agar tidak kecanduan media sosial.
- Mudah cemas saat berjauhan dengan gawai, mengganggu sekali bukan rasa seperti ini. Ada kalanya anak butuh berinteraksi dengan orang lain, namun diresahkan ketidakadaan gawai. Bahasa kekinian nomophobia (no mobile phobia). Pernah mengalami juga hal demikian? Jika iya maka Anda harus mulai peduli dengan kondisi tersebut.
- Sulit diajak komunikasi. Mendengar panggilan saja sudah masuk fase sulit, fokusnya hanya pada layar datar yang berisi banyak sosial media.
- Mudah marah. Saat dijauhkan dari gawai, bagaimana jika dilarang? Tentu saja akan marah. Sudah masuk fase siaga ya, jika anak-anak menunjukan tanda-tanda ini, tidak bisa dianggap sepele lagi. Dampak kecanduan media sosial tersebut sangat mengerikan bukan?
Di atas hanya beberapa ciri-ciri anak kecanduan gawai, perlu diperhatikan, sebelum semuanya terlambat, Anda harus segera mendapat pencegahan sedini mungkin.
Apa saja yang harus dilakukan jika anak-anak sudah menunjukan semua ciri-ciri di atas? Hentikan mereka, tentu saja dengan cara yang baik, mulailah dengan bertahap. Hindari tindakan kasar dan spontan, perlu pendekatan dari dalam, bonding antara orang tua dan anak sangat dibutuhkan di sini. Perlahan tapi pasti, lakukan bersama keluarga, pastikan seluruh anggota keluarga menyepakati apa saja yang Anda lakukan, agar tidak ada rasa “dibedakan” atau merasa “tidak adil”.
Cara Mengendalikan Diri Agar Tidak Kecanduan Media Sosial
Simak 5 tips di bawah, lakukan bertahap, perlahan. Ingatkan kembali, semua ini harus dilakukan bersama-sama. Pengalaman berhenti sosial media yang dirasakan beberapa orang dapat sukses karena mereka tidak berjuang sendiri, butuh lingkungan yang mendukung, juga tidak sendiri melalui semua rasa dan masa peralihan. Selain diterapkan pada anak, Anda juga dapat turut terlibat sehingga dapat merasakan secara langsung kegiatan tersebut.
1. Off dari media sosial
Mulailah dari mengurangi satu persatu aplikasi. Jika sebelumnya ada 20 aplikasi game dan sosial media, pangkas separuhnya, terus kurangi sampai tuntas dan bisa menjauhkan dari gadget.
2. Waktu
Luangkan lebih banyak waktu untuk ananda. jika sebelumnya mereka biasa bermain sendiri, sempatkan bermain bersama, sediakan media bermain yang menarik perhatian. Perhatikan minatnya ada pada bidang apa. Untuk pecinta dunia warna bisa dimulai dengan belajar melukis bersama, bermain warna, bebaskan imajinasinya tuangkan semua pada kanvas. Tidak perlu resah harus mencari di mana dan ke mana harus membelinya, di Blibli banyak pilihan, mulai dari ukuran kecil, sedang bahkan besar, semua lengkap.
3. Diskusi
kembali luangkan waktu, Bukan sesempetnya, tapi sempatkan waktu, paksakan ada kesempatan berinteraksi lebih intens lagi. Tidak ada salahnya disela waktu bersama, digunakan memilih warna apa saja yang diinginkan untuk melukis, beri kebebasan anak menentukan warna apa dan pewarna apa yang diminati, di Blibli semua jenis cat kanvas, dari mulai jenis semprot sampai cat minyak bisa didapatkan di sana. Selain mudah proses transaksinya, banyak promo mudah didapatkan.
4. Jauhkan gawai
Saat menemani anak menjauh dari gadget sudah tentu ada konsekuensi yang harus dibayar. Bersama-sama menjauh dari gawai, tidak ada ketimpangan saat berproses memperbaiki kebiasaan anak. Jangan sampai mereka merasakan ketidakadilan dari perilaku orang tua yang tetap bebas bersosial media, sedangkan larangan keras berlaku untuk anak-anak.
5. Piknik
Buatkan jadwal keluar rumah bersama anggota keluarga, bisa di hari libur atau paksakan waktu, menghangatkan suasana keluarga, pada suasana baru akan didapati semangat berbeda, perbanyak interaksi anggota keluarga, dukungan dari dalam sangat dibutuhkan mendampingi anak pada saat seperti ini.
Bukan hal mudah pastinya, memulai sesuatu kebiasaan baru di atas kebiasaan yang sudah memasuki ruang candu anak-anak. Harus ada tekad bersama, kuat dan tidak sendiri. Sesuatu yang dilakukan bersama akan lebih mudah bukan? Anda dapat memulai kegiatan yang bisa dilakukan agar tidak kecanduan media sosial dengan menerapkan serangkaian tips di atas.
Bagaimana semua bisa berjalan sesuai keinginan, tentu saja orang tua harus merasakan terlebih dulu, bagaimana rasanya menjauhkan diri dari sosial media. Mulai dengan mengurangi jam online, paksakan menghapus aplikasi satu persatu. Sama seperti yang harus anak-anak lalui dan rasakan, akan adil. Semoga tips di atas bermanfaat, selamat mencoba jangan ragu mencari solusi masalahmu di Blibli.

