Seminar SDGs Hadir Di Palembang, Pembangunan Berkelanjutan Harus Tercapai

PALEMBANG,Sumseltoday.comPTTEP Indonesia dan Universitas Trisakti  kembali mengadakan Seminar Nasional Membangun Kemitraan yang Berkelanjutan untuk Mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Developmpnt Goals (SDGs) di Palembang, Rabu (05/09).

Seminar ini merupakan acara ketiga dari seminar berseri di lima kota besar di Indonesia, yang sebelumnya telah diadakan di Jakarta pada tanggal 25 April dan di Makassar pada tanggal 25 Juli silam. Seminar ini kembali menyatukan akademisi, LSM dan sektor publik dan swasta untuk bersama-sama menciptakan kolaborasi dan front persatuan untuk mencapai SDGs di Indonesia.

Setiap negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), termasuk Indonesia telah menyepakati komitmen serius global Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals. 5065 terdiri atas 17 tujuan dan 169 target yang membidik berbagai isu pembangunan, dari kemiskinan hingga kerjasama internasional.
Di Indonesia, implementasi tujuan dan target SDGs dikelompokkan ke dalam empat pilar, yaitu pilar pembangunan sosial, pilar pembangunan ekonomi, pilar pembangunan lingkungan“ dan pilar pembangunan hukum. “Bagi lndonesia, setiap pelaksanaan agenda pembangunan nasional demi kesejahteraan rakyat adalah kontribusi terhadap implementasi SDGs untuk meningkatkan masyarakat global”, tegas Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro di Gedung Bappenas.

Wujud tertinggi Indonesia dalam pelaksanaan SDGs adalah terbitnya Perpres No. 59/2017 Tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Berkelanjutan.

Mengikutkan panggilan Kementerian PPN/Bappenas untuk bersama-sama merealisasikan pelaksanaan agenda SDGs, terutama poin SDGs No. 17 yaitu, “Kemitraan untuk Tujuan,” PTTEP memutuskan untuk berkerjasama dengan Universitas Trisakti, MM-Sustainability, dengan melakukan pembinaan relasi antar pemangku kepentingan, termasuk pemerintahan, sektor swasta, LSM dan individu. Menjalin kemitraan ini perlu dibina agar para pemangku kepentingan dapat bersama-sama membantu Indonesia mencapai pembangunan yang berkelanjutan.

General Affairs Manager PTTEP lndonesia, Bapak Afiat Djajanegara mengatakan, “Kami mendengar ajakan Pemerintah Indonesia untuk bersama-sama membantu Indonesia menjaga komitmen guna mencapai pembangunan yang berkelanjutan. Namun kami dari sektor swasta menyadari bahwa untuk mencapai SDGs adalah upaya kolektif dan tidak dapat dilakukan tanpa kolaborasi. Sebagai langkah nyata, PTTEP Indonesia akan mengadakan seminar serupa di kotavkota besar Indonesia, agar semua pemangku kepentingan dapat saling membantu untuk mencapai SDGs. Kami harap di kemudian hari, inisiatif Seperti ini juga akan dilakukan oleh sektor swasta lainnya, sehingga betul-betul menciptakan dampak pembangunan yang berkelanjutan.”

Tegas Tri Mumpuni, pendiri Ibeka dan salah satu panelis dalam acara ini, “Untuk mencapai Sustainable Development Goals, kemitraan semua pelaku pembangunan menjadi syarat mutlak dilakukan. Ayo sukseskan 5065 dengan kemitraan.” Lanjut Maria Nindita Radyati, pendiri program MM-Sustainability di Universitas Trisakti, “Kami berharap PTTEP bisa terus maju untuk menginspirasi mitra-mitra maupun
pemangku kepentingan lainnya melalui acara ini.”

Di kesempatan yang sama, PTTEP Indonesia juga telah menandatangani MoU dengan Sobis Pammase, sebuah social business enterprise dari Sulawesi Barat. Penandatanganan MoU ini diwakilkan oleh Mr. Titi Thongjen, selaku General Manager PTTEP Indonesia dan Bpk. Casdimin selaku Direktur Sobis Pamasse.
MoU ini menandakan kerjasama antara PTTEP dan Sobis Pammase selama dua tahun ke depan, dimana PTTEP akan memberikan sumbangan sebesar 3,9 Miliar Rupiah untuk membantu mendorong keberlanjutan program-program PAUD HI di Sulbar. Terinspirasi dari 15 unit PAUD yang telah didukung oleh PTTEP Indonesia sejak 2012 di daerah Mamuju, Majene dan Polewali Mandar, PTTEP berharap bahwa program-program tersebut dapat terus berjalan secara mandiri.

“Inti dari Seminar SDGs ini adalah keberlanjutan. Harapan kami adalah para LSM dapat menjadi mandiri setelah mendapatkan bimbingan dan bantuan dari kami dalam program PAUD di Mamuju, Majene, dan Polewali Mandar selama lima tahun terakhir,” tegas Bapak Afiat Djajanegara.

“MoU ini merupakan salah satu bukti nyata komitmen PTTEP Indonesia dalam membangun kemitraan dengan LSM-LSM lokal dan mendorong pembangunan yang berkelanjutan di wilayah-wilayah sekitar Indonesia. Kerja sama kami Sobis Pammase merupakan bagian dari strategi PTTEP dalam bidang CSR di Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan. Kami ingin terus mendukung keberlanjutan program pendidikan, khususnya pendidikan dini di Indonesia, sehingga dapat terus menghasilkan sumber daya manusia yang berprestasi,” tutup  Afiat. (**)