Hasperi menegaskan, banyak nilai yang dapat diambil dari kegiatan ini, khususnya dalam menanamkan kesadaran bagi para guru mengenai pentingnya menghargai perjuangan para pahlawan.
Momentum ini, lanjutnya, menjadi ajang edukasi untuk mengingat bahwa peradaban yang maju hari ini tidak terlepas dari kontribusi besar para pahlawan pendidikan di masa lalu.
“Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi juga refleksi untuk menyadarkan diri kita tentang pentingnya melanjutkan perjuangan para pendahulu kita. Sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad, Khoirunnas anfa’uhum linnas, yang berarti sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia,” jelas Hasperi, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lahat.
Dalam kesempatan itu, Hasperi mengajak seluruh pengurus dan anggota PGRI untuk mendoakan kesejahteraan guru, khususnya mereka yang masih menghadapi tantangan besar dalam menjalankan tugas.
Ia juga berharap pola pikir, pola hidup, dan status sosial guru di daerah termarjinalkan dapat terus membaik.






