Guru SMK Bukit Gloria Bogor Didorong Kuasai Media Ajar Visual melalui Workshop Canva

Bogor — Transformasi digital di dunia pendidikan menuntut guru untuk terus beradaptasi, tidak hanya dalam penguasaan materi ajar, tetapi juga dalam kemampuan memanfaatkan teknologi untuk menciptakan pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif. Menjawab kebutuhan tersebut, tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Telkom University akan menyelenggarakan Workshop Pengembangan Media Ajar Visual dan Interaktif Menggunakan Canva bagi Guru SMK Bukit Gloria Bogor.

Kegiatan ini dirancang sebagai upaya peningkatan kompetensi guru dalam mengembangkan bahan ajar digital yang lebih visual, kreatif, dan relevan dengan karakteristik peserta didik abad ke-21. Workshop akan menyasar guru-guru SMK Bukit Gloria Bogor, sebuah sekolah menengah kejuruan di Kabupaten Bogor yang tengah berupaya memperkuat kualitas pembelajaran melalui pemanfaatan teknologi digital. Program ini juga menjadi bagian dari skema pengabdian masyarakat tahun 2026 yang berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan, penguatan inovasi, serta kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah mitra.

Melalui workshop ini, guru-guru SMK Bukit Gloria Bogor akan mendapatkan penguatan kompetensi dalam memanfaatkan Canva sebagai media pendukung pembelajaran. Pelatihan ini diarahkan untuk membantu guru menghasilkan bahan ajar yang lebih menarik, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran di era digital. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong guru untuk lebih percaya diri dalam memanfaatkan aplikasi digital sebagai sarana penyusunan media pembelajaran yang mampu meningkatkan kualitas proses belajar mengajar di kelas.

Ketua tim pengabdian, Muhammad Solehuddin, menjelaskan bahwa pengembangan media ajar berbasis digital kini menjadi kebutuhan mendesak di sekolah. Menurutnya, guru perlu memiliki keterampilan baru agar pembelajaran tidak lagi bergantung pada metode konvensional yang sering kali kurang menarik bagi siswa. “Pemanfaatan media ajar visual dan interaktif dapat membantu guru menyampaikan materi secara lebih efektif, sekaligus meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran,” ujarnya.

SMK Bukit Gloria Bogor dipilih sebagai mitra karena memiliki potensi besar untuk berkembang, namun masih menghadapi tantangan dalam penguasaan teknologi digital untuk mendukung penyusunan media pembelajaran. Dengan jumlah siswa lebih dari 220 orang dan kebutuhan pembelajaran yang semakin dinamis, peningkatan kapasitas guru menjadi langkah strategis untuk mendorong mutu pembelajaran di sekolah. Melalui workshop ini, guru diharapkan dapat menghasilkan media pembelajaran yang tidak hanya informatif, tetapi juga mampu memperkuat motivasi belajar, pemahaman materi, dan partisipasi aktif siswa di kelas.

Selain meningkatkan keterampilan individu guru, kegiatan ini juga diharapkan dapat menciptakan dampak yang lebih luas di lingkungan sekolah. Guru yang telah mengikuti pelatihan diharapkan dapat menjadi penggerak bagi rekan sejawat dalam mengembangkan media pembelajaran digital. Dengan demikian, hasil workshop tidak berhenti pada satu kegiatan pelatihan semata, tetapi dapat berkembang menjadi budaya inovasi pembelajaran di sekolah. Keberlanjutan program juga diperkuat melalui penyusunan modul pelatihan yang dapat digunakan kembali sebagai panduan bagi guru dalam mengembangkan bahan ajar secara mandiri.

Secara lebih luas, program ini menunjukkan peran aktif perguruan tinggi dalam mendukung transformasi pendidikan di masyarakat. Kolaborasi antara Telkom University dan SMK Bukit Gloria Bogor menjadi contoh sinergi yang tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan, tetapi juga pada pemberdayaan guru sebagai ujung tombak pembelajaran. Di tengah tantangan pendidikan digital saat ini, pelatihan semacam ini menjadi langkah konkret untuk memperkuat kualitas pendidikan vokasi, khususnya dalam menghadirkan proses belajar yang lebih adaptif, kreatif, dan sesuai dengan kebutuhan zaman.

Melalui workshop ini, Telkom University berharap kontribusi pengabdian kepada masyarakat tidak hanya menghasilkan luaran akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi sekolah mitra. Dengan guru yang semakin terampil memanfaatkan media digital, pembelajaran di kelas diharapkan menjadi lebih hidup, inovatif, dan mampu menjawab tantangan pendidikan abad ke-21.