Kalau diikuti dari pembahasan bersama di rapat ini, tidak ada lagi permasalahan yang berat, dan terus berjalan dengan baik. Saya sangat berterimakasih karena semua sudah bekerja keras untuk suksesnya pembangunan ini,” ungkap Alex.
Alex Noerdin menambahkan, pembangunan PLTS ini masih dalam tahap awal dengan kapasitas yang kecil. Namun, bukan kapasitas listrik yang terpenting melainkan bagaimana kerjasama ini dilakukan dan melihat bagaimanan suatu daerah (Sumsel) bisa bekerja dengan negara luar dan didukung langsung Institusi Pemerintah Pusat.
“Target November 2017 selesai merupakan prestasi bagi kita semua, dan akan menjadi acuan untuk proyek PLTS yang lebih besar di Sumsel. Kedepan masih banyak proyek yang lebih besar, PLTS ini merupakan awal dan menjadi embrio pembangunan PLTS yang lebih besar di Provinsi Sumsel” ujarnya.
Sementara, Ceo PT. Sharp Mr. Tatsuya Sato mengatakan, pihaknya saat ini telah membuat suatu rencana mengenai anggaran dalam rangkan pembangunan PLTS ini dan sudah melakukan koordinasi dengan PDPDE Sumsel maupun jajaran Pemerintah Sumsel.












