“Kami sudah sejak awal mengingatkan agar kualitas, kebersihan, dan keamanan makanan MBG benar-benar diawasi. Temuan belatung ini menunjukkan lemahnya pengawasan di lapangan,” tegas Joni Iskandar.
Pihak sekolah menjelaskan bahwa setelah temuan tersebut diketahui, pembagian makanan langsung dihentikan. Nasi MBG yang tersisa segera diamankan, dan pihak sekolah berkoordinasi dengan penyedia makanan serta dinas terkait untuk menindaklanjuti kejadian tersebut.
HIMBA menilai kejadian ini bukan sekadar insiden biasa, melainkan peringatan serius bagi pemerintah daerah dan pihak penyelenggara program MBG. HIMBA mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap proses pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi makanan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait masih melakukan evaluasi dan pemeriksaan terhadap penyedia makanan MBG, sementara pihak sekolah memastikan para siswa tidak mengonsumsi makanan yang diduga telah tercemar.






