Palembang, Sumseltoday.com- Dalam rangka membantu masyarakat yang terdampak Corona Virus Disease (Covid-19), Kementerian Hukum dan HAM RI (Kumham) mengadakan bakti sosial serempak di seluruh Indonesia. Diikuti oleh 34 Kantor Wilayah (Kanwil) dan seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT), kamis (29/07/21)

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H.Laoly melalui teleconference zoom meeting dan terhubung siaran langsung youtube. Dalam sambutan pembukaan acara ini, Yasonna menyampaikan pentingnya kepedulian sesama sebagai wujud bersyukur sebagai ASN dan penerapan Prokes 6M secara disiplin.

“Kita harus bersyukur sebagai ASN yang sampai sekarang menerima gaji bulanan dari negara. Lihatlah sekeliling kita banyak yang menjadi korban PHK dan para pedagang kecil yang pendapatnya turun drastis serta tak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari akibat pandemi ini. Kita juga harus ingat dan sadar, banyak orang-orang sekitar kita termasuk pegawai kita yang meninggal akibat virus ini. Jadi jangan katakan bahwa Covid-19 ini tak ada, saya tegaskan bahwa virus ini ada, virus ini benar-benar ini nyata. Maka ikhtiar kita dalam upaya mencegah penyebarannya adalah dengan penerapan 6M+3T secara disiplin,” tutur Yasonna.

Di akhir acara pembukaan ini, perwakilan Kanwil menyampaikan laporan mengenai kondisi di wilayah kerjanya dan beberapa pegawai yang menjadi korban Covid-19. Juga ada ucapan terima kasih dari beberapa perwakilan masyarakat yang menerima bantuan bakti sosial ini.

Selanjutnya, Rupbasan Palembang memberikan bantuan kepada beberapa masyarakat di sekitar kantor yang terdampak akibat pandemi Covid-19 ini. Penyerahan bantuan ini diberikan langsung oleh oleh Kepala Rupbasan Palembang, Hani Anggraeni.

“Dalam rangka meringankan beban saudara kita yang terdampak pandemi Covid-19, Kami selalu insan pengayoman, memberikan bantuan sosial Covid-19 berupa sembako, multivitamin dan perlengkapan protokol kesehatan. Semoga bantuan ini dapat bermanfaat dan jangan lupa untuk terus menjaga kesehatan diri dengan menerapkan prokes 6M dan 3T.” tutur Hani. (*)