Dirinya menuturkan ada 3 pencapaian kinerja dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dalam kurun waktu tahun 2022. “Pada tahun sebelumnya jumlah penduduk miskin berjumlah 65.39 ribu jiwa atau 15,61 persen, menurun sebesar 0,85 persen jika dibandingkan tahun 2021 68.40 ribu jiwa atau 16,46 persen,” sebutnya.
Penurunan ini merupakan hal yang tertinggi dalam kurun waktu 6 tahun terakhir. Jelas ini menunjukkan komitmen yang kuat serta upaya lebih maksimal dari pemerintah.
“Yang mana, dengan menjalankan sejumlah program kerakyatan, sehingga mampu menekan angka inflasi akibat pengaruh Pandemi Covid-19 dan imbas kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM),” terang Cik Ujang.
Selain itu, sambung Cik Ujang, capaian indeks pembangunan manusia (IPM) diangka 68,40 persen atau diperingkat 9 dari 17 kabupaten/kota se Sumatera Selatan (Sumsel).
“Ini menunjukan peningkatan cukup signifikan dari tahun 2021 mencapai 67,58 persen, ini sungguh luar biasa,” ungkapnya.
Ia menambahkan, untuk pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Lahat menunjukkan kenaikan yang positif, jika dibandingkan tahun sebelumnya yakni 4,63 persen.
“Dilihat dari pencapaian kinerja beberapa indikator makro tersebut, menunjukan bahwa Kabupaten Lahat masih sangat memerlukan kerjasama dan terus bersinergi untuk mempertahankan capaian yang sudah baik, sekaligus mengejar target yang belum maksimal,” sebut Cik Ujang.
Oleh karena itulah, masih kata Cik Ujang, untuk pembangunan di tahun 2024 yakni, peningkatan kualitas hidup masyarakat dan stabilitas ekonomi yang inkusif.






