Harianpalembang.com, PANGKALAN BALAI – Anggota DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinisi Jambi melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin.

Kunker itu bertujuan untuk melakukan kajian antar daerah terkait permasalahan perekonomian dan keuangan ini dipimpin oleh Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Ahmad Jakfar.

Ahmad Jakfar mengatakan, alasan pihaknya memilih Kabupaten Banyuasin sebagai tujuan kunker, karena mereka memandang Kabupaten Banyuasin sebagai kabupaten yang sukses menjalankan pembanguan. Selain itu, dari segi jarak, Kabupaten Banyusin berapa didepan mata.

“Hanya berjarak satu hamparan, dipisahkan oleh Kabupaten Tanjung Jabung Timur,” urainya.

Rombongan yang terdiri dari lima orang anggota Komisi II DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan didampingi tiga orang Kepala SKPD, yaitu dari Dinas Perikanan, Dinas Perindustrian dan Dinas Perdagangan memberikan sekilas gambaran tentang kondisi daerahnya.

Seperti disampaikan Samsul Bahri, bahwa Kabupaten  Tanjung Jabung Barat memiliki luas sekitar 500 ribu hektar dengan hasil pertanian yang dominan berupa kelapa dan kelapa sawit. Dari luas tersebut hanya tersisa luas tanan seluas 12 ribu hektar.

Ditambahkannya, pada 2015 lalu, Kabupaten Tanjung Jabung Barat mengalami defisit anggaran hingga Rp500 Miliar hingga membuat banyak program pembangunan tidak dapat berjalan.

“Pembangunan infrastruktur jadi stagnan dan tidak berjalan, baik itu infrastruktur kesehatan, pendidikan dan lain sebagainya,” urai Samsul.

Lebih lanjut disampaikan, mereka berharap bisa mengadopsi sistem perencanaan pembangunan yang telah berlaku di Kabupaten Banyuasin.

“Pengalaman-pengalaman yang telah dihadapi kami harap bisa juga kami terapkan ditempat kami,” ujar salah seorang rombongan.

Asisten bidang Ekonomi, Keuangan, Pembangunan dan Kesra, Ir H Rislani A Gafar DIPLH HE MH yang mewakili Bupati Banyuasin menerima rombongan memaparkan program-program unggulan yang dimiliki Kabupaten Banyuasin. Diantaranya Program Dana Infrastruktur Desa dan program upsus Pajale IP200.

Disampaikan Rislani, modal utama suksesnya pembangunan adalah kerjasama semua pihak dan dukungan Pemkab dibawah komando Bupati untuk menjaga koordinasi dengan semua SKPD hingga di lini terkecil.

Tak hanya koordinasi baik dengan pihak pemerintahan, koordinasi dengan FKPD pun menjadi kunci keberhasilan. Dicontohkan Asisten II Pemkab Banyuasin ini pada program Upsus Pajale, dimana peranan anggota TNI mampu membantu Kabupaten Banyuasin berhasil memproduksi 1,2 juta ton Gabah Kering Giling.

“Untuk tahun 2016 ini, kita menargetkan produksi menccapai 1,4 juta ton Gabah Kering Giling,” tegasnya (Bo/Rel)