Gambar 2. Sambutan Ketua Abdimas
“Website desa bukan hanya soal tampilan digital, tetapi ini adalah alat demokrasi informasi. Kami
ingin warga bisa lebih mudah mengakses informasi, mendapatkan pelayanan, dan bahkan
menyampaikan aspirasi secara langsung melalui fitur-fitur yang telah dikembangkan,” ungkap
Indra Aulia. Ia juga menambahkan bahwa mahasiswa yang terlibat dalam proyek ini telah
melakukan riset kebutuhan langsung dari warga dan perangkat desa, sehingga fitur yang
dihadirkan benar-benar relevan dan solutif.
Kegiatan utama pada hari itu adalah sosialisasi dan pelatihan langsung kepada perangkat desa serta
perwakilan masyarakat. Mahasiswa Telkom University Jakarta yang terlibat dalam pengembangan
website secara aktif memandu warga dalam menggunakan berbagai fitur yang tersedia — mulai
dari melihat pengumuman resmi desa, mengunduh dokumen administrasi, hingga mengajukan
permohonan layanan secara daring.
Gambar 3. Sosialisasi Masyarakat
Antusiasme warga desa tampak tinggi selama kegiatan berlangsung. Banyak di antara mereka yang
baru pertama kali menggunakan platform digital untuk keperluan administratif. “Kami jadi tahu
bagaimana mengurus surat-surat tanpa harus datang langsung ke balai desa. Lebih praktis,” ungkap
Fikri, salah satu warga yang mengikuti sosialisasi.






