Banyuasin Online, Pangkalan Balai – Menghadapi arus mudik lebaran yang diperkirakan waktunya satu bulan lebih, akses Jalan Lintas Timur (Jalintim) Palembang-Betung yang dianggap rusak disejumlah titik mulai diperbaiki.

Namun sayangnya, perbaikan jalan yang tengah dikerjakan pihak Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah III Sumatera Selatan (Sumsel), tidaklah bagus dan terkesan asal-asalan, sehingga dikhawatirkan cepat rusak.

Seperti perbaikan jalan di KM 38, Desa Pangkalan Panji, Kecamatan Banyuasin III, aspal yang digunakan tampal sulam diduga tidak sesuai standar, karena tampak batu koral yang bercampur aspal masih berhamburan dijalan lantaran tidak padat.

“Selain itu, ketebalan tanpal sulam pun kurang tinggi dibandingkan ruas jalan. Maka wajar kalau jalan itu tidak tahan lama, soalnya perbaikan jalan terkesan asal jadi saja,” ujar Hamdan warga disekitar jalan.

Tidak hanya itu, ungkapnya, dilapangan perbaikan jalan dibiarkan tanpa pasang rambu-rambu pengaman dan tidak diawasi pihak yang berwenang. Ini membuktikan kalau pengerjaan yang dilakukan kurang serius.

“Perbaikan jalan tiap tahun dianggarkan pemerintah tapi kerap rusak, karena buruknya pengerjaan yang dilakukan kontrakor,” jelasnya.

Sebagai penguna jalan yang setiap tahun membayar pajak, dirinya mengaku merasa dirugikan karena uang negara itu dari masyarakat. Apalagi tiap tahun banyak memakan korban akibat kerusakan jalan tersebut.

“Kalau tidak didesak perbaikan jalan tidak dilakukan, seolah-olah lamban respon dari mereka,” tegasnya.

Sementara, anggota Komisi III DPRD Banyuasin, Darul Qutnie menyayangkan kurang seriusnya perbaikan tampal sulam yang dilakukan instansi terkait. Akibatnya terkesan asal jadi.

Pasalnya, pemeliharaan yang dikerjakan saat ini masih jauh dari memuaskan. Sebab, jalan mudah rusak, karena kualitasnya tidak bagus.

“Mesti harus dipikirkan pemeliharaan jalan negara sesuai dengan juklak. Sebab jalan kabupaten saja harus kuat. Apalagi jalan negara yang porsi biaya pemeliharaan jauh lebih besar,” singkatnya. (PE/bo)