Sejak itu, komunikasi dengan para sopir truk tetap terjaga.
Ganjar bercerita para sopir juga masih rutin memberikan laporan mengenai titik-titik lokasi yang masih menjalankan “tradisi” pungli hingga kini.
“Kalau (sopir) truk tidak nyaman itu high cost. Dulu banyak cerita sopir truk kalau mau jalan dia menyediakan (uang) di tempat korek (kayu). Dia menyiapkan berapa rupiah dan itu dimasukkan ke dalam pembiayaannya. Akhirnya, high cost. Itu, menurut saya, tidak bagus,” imbuh pria yang kini diangkat sebagai Bapak Truk Nusantara oleh para sopir itu.
Koordinator Aksi Kopdar Truk Nusantara Khoerul Zaefudin, mengatakan para sopir ingin mengangkat Ganjar sebagai Bapak Truk Nusantara, sejak tahun lalu. Alasannya, politikus PDI-P itu dianggap bisa melindungi dan mengayomi para sopir.
“Jadi, dari awal kepemimpinan Bapak Ganjar, itu sudah langsung memberikan gebrakan, tindakan nyata membasmi pungli dan itu luar biasa. Ternyata dampaknya semakin minim dan Pak Ganjar juga membuka laporan aduan, yang apabila ada pungli, lapor Pak Ganjar, bisa ditindak,” ucap Khoerul kepada wartwan.










