UT Hambat PTS

Palembang, sumseltoday.com – Mahasiswa baru banyak yang memilih UT (Universitas Terbuka) dibandingkan Perguruan Tinggi Swasta (PTS), sekarang setiap wilayah sudah ada UT, seperti yang ada di Palembang.

Ketua Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah II Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) Bangka Belitung (Babel) Slamet Widodo menilai, keberadaan UT menjadi salah satu penghambat dalam upaya peningkatan jumlah mahasiswa di lingkungan PTS di wilayah Sumsel. Menurutnya, harus ada kebijakan tertentu mengenai daya tampung di UT. UT sangat menganggu PTS untuk meningkatkan daya tampung mahasiswa karena ada kelas pagi-sore, siang-malam. Sabtu (21/10).

Dikatakannya, banyak hal yang harus dikaji di UT baik dalam sistem penerimaan mahasiswa maupun perkuliahannya. Sehingga tidak menimbulkan kerugian di pihak PTS dengan sistem mereka tersebut. “Pendapatan PTS ini kan tentu berdasarkan banyaknya jumlah mahasiswanya, nah kalau mahasiswa tidak ada dan masuk UT semua. PTS bisa bangkrut dan khususnya yang ada di Sumsel,” tegasnya.

Mengenai keluhannya tersebut, pihaknya juga telah melayangkan surat keberatan ke  Kementerian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemristek-Dikti) untuk mematik daya tampung mahasiswa ditiap tahun ajaran barunya. “Ini harus dicarikan solusinya, akibat keberadaan UT ini dampaknya di Sumsel mengalami penurunan mahasiswa baru setiap tahun hingga 90 persen,” ungkapnya.

Muhamad Helmi  selaku Ketua APTISI Sumsel-Babel menegaskan, pihaknya akan terus bersinergi dengan Kopertis Wilayah II untuk terus mendorong PTS meningkatkan kualitas dan peningkatan akreditasi. “Akreditasi prodi PTS di Sumsel akan terus di support, dan kami berharap kualitas dosen dan mahasiswa PTS semakin membaik. program kerja APTISI Wilayah II A akan terus sudah disusun dan dengan kepengurusan yang baru ini APTISI diharapkan akan tetap konsisten mendampingi PTS di Sumsel-Babel untuk menjadi PTS yang sehat demi mewujudkan pendidikan tinggi yang berkualitas” harapnya. (Rwl)