Keluhan Warga atas PLN Padam: Ikan di Akuarium Banyak Mati

Palembang – Pemadaman listrik yang melanda wilayah Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga menyebabkan kerugian bagi para pecinta akuarium. Banyak warga melaporkan kematian ikan-ikan hias di akuarium mereka akibat pemadaman listrik yang berkepanjangan.

Seorang warga Palembang, Adi (34), mengungkapkan kekecewaannya terhadap pemadaman listrik yang menyebabkan sistem aerasi dan filtrasi di akuariumnya berhenti berfungsi. “Ikan-ikan hias saya, yang sudah saya pelihara bertahun-tahun, banyak yang mati karena tidak ada pasokan oksigen yang cukup. Ini sangat merugikan,” ujar Adi.

Keluhan serupa datang dari berbagai daerah terdampak. Warga di Jambi dan Bengkulu juga mengalami hal yang sama, di mana pemadaman listrik membuat mereka kesulitan menjaga kondisi akuarium tetap stabil. Tanpa listrik, peralatan penting seperti pompa air, lampu pemanas, dan filter tidak bisa beroperasi, menyebabkan penurunan kualitas air yang drastis.

Menurut Bambang, seorang ahli ikan hias di Palembang, ikan-ikan di akuarium sangat bergantung pada peralatan elektronik untuk menciptakan lingkungan yang layak. “Tanpa aerasi dan filtrasi, kadar oksigen di air menurun drastis dan kualitas air memburuk. Ini bisa mematikan ikan dalam waktu singkat,” jelas Bambang.

PT PLN (Persero) sendiri terus melakukan upaya penormalan sistem kelistrikan di wilayah Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu setelah gangguan pada jaringan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kV Linggau-Lahat. Hingga pukul 20.00 WIB, 51% pelanggan telah kembali mendapatkan pasokan listrik.

PLN telah meminta maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan terus bekerja keras untuk memulihkan kondisi kelistrikan. Namun, bagi para pecinta akuarium, kerugian ini tetap meninggalkan kekecewaan mendalam.

Warga berharap agar PLN dapat menemukan solusi jangka panjang untuk menghindari pemadaman yang berulang dan mengimbau masyarakat untuk memiliki sumber daya cadangan, seperti generator atau UPS, untuk situasi darurat. (Red)