Politik

Tanggapan Ishak Mekki Terkait Isu Persaingan Politik Alex-Ishak

on

Palembang, sumseltoday.com – Dunia perpolitikan mulai menghangat, jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gubernur Sumsel tahun 2018 mendatang. Berbagai isu dilemparkan ke publik menambah panas suhu politik.

Salah satu isu yang beredar adalah retaknya hubungan antara Gubernur Alex Noerdin dan Wakilnya Ishak Mekki. Hal ini dikaitkan dengan akan majunya putra Alex, Dodi Reza yang bila ini terjadi maka kemungkinan akan berhadapan dengan Ishak Mekki.

Ishak Mekki saat berada dikediamannya sendiri membantah isu keretakan karena persaingan politik itu dengan tegas.

 “Politik boleh panas tapi kepala harus tetap dingin. Saya sudah 4 tahun lebih bersama beliau tapi tidak ada isu seperti ini. Kalau hubungan memanas itu tidak benar, buktinya saya bisa bertahan dengan Pak Alex hingga sejauh ini karena saya tidak banyak meminta dan legowo,” tegasnya, Senin (30/10).

Dirinya juga mengatakan jika untuk menjadi calon Gubernur tidak cukup hanya satu tahun untuk mensosialisasikan diri masuk ke Kabupaten Kota di Sumsel.

“Pada tahun 2013 saya membutuhkan waktu dua tahun setengah untuk berkeliling mengevaluasi dari survey hanya menyentuh angka 10 koma. Posisi di nomor 4 dan karena tidak menunjang akhirnya saya batalkan,” kenangnya sembari tersenyum.

Ishak juga menambahkan jika calon Gubernur ataupun Walikota butuh melakukan survei dengan tujuan sebagai tuntunan dan gambaran untuk mengetahui dimana celah yang lemah hingga tahu langkah apa yang mesti diambil. survei dijadikan penyemangat dan indikator untuk memperbaiki strategi;

Ketika ditanyai tentang kemungkinan bila berpasangan  Dodi Reza Alex, Ishak Mekki merasa tidak keberatan dan siap.

 “Dalam Politik, apapun bisa terjadi. Kita lihat kemungkinannya besar ataupun kecil,” tambahnya.

Tidak hanya itu, Ishak Mekki juga masih merahasiakan siapa yang bakal menjadi calonnya menuju Pilkada 2018 nanti. (Rwl

Recommended for you

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *