Berita Palembang

Tak Mau Bayar Tiket Masuk, Oknum Anggota Keroyok Satpam DA Hingga Tewas

on

Banyuasin Online, Palembang – Seorang security Diskotik Darma Agung (DA) di Jalan Kolonel H Burlian KM 9 Palembang tewas dengan sejumlah luka tusukkan, setelah terlibat pertengkaran dengan pengunjung, diduga dikeroyok oknum anggota Polisi di Diskotik DA Palembang, Minggu (8/5/2016) sekitar pukul 04.00.

Mayat korban bernama Adiron Plaza alias Adi (36), warga Jalan Perjuangan Sukawinatan RT 52/7 Kelurahan Sukajaya Kecamatan Sukarami Palembang itu, Setelah divisum di Kamar Mayat RSHMH Palemebang dibawa keluarganya pulang untuk dimakamkan, Sementara kasus pengeroyokan ini telah ditangani pihak Kepolisian Polresta Palembang.

Menurut keterangan yang berhasil dihimpun, kejadian tersebut berawal saat korban tengah bekerja seperti biasa sebagai security yang menjaga di pintu tiket masuk di Diskotik DA Palembang.

Namun, sekitar pukul 04.00, datang rombongan yang berjumlah sekitar 10 orang yang diduga merupakan rombongan oknum anggota Polisi dan hendak meminta masuk ke dalam Diskotik secara gratis.

Bahkan saat itu, seorang dari rombongan tersebut juga sempat menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA) yang diketahui merupakan Bintara Reskrim Polres Pagaralam berinisial IDP.

Meskipun begitu, korban tetap terus menagih uang tiket hingga kemudian membuat rombongan para pelaku tak senang dan berujung percekcokkan yang kemudian terjadi aksi pengeroyokan terhadap korban.

Seorang saksi mata, Dayat (27), mengatakan, sekitar pukul 04.00, datang 10 orang yang diketahui merupakan anggota Kepolisian. Saat hendak masuk, korban meminta uang masuk, karena merasa anggota Polisi, para pelaku enggan memberikan uang.

“Korban minta uang cas, tapi tidak dikasih oleh rombongan tersebut. Terus korban masih minta terus sehingga membuat rombongan tidak terima lalu mengeroyok korban,” jelasnya saat ditemui di Instalasi Pemulasaraan Jenazah RSMH Palembang.

Karena hal tersebut, dikatakan Dayat, korban pun lalu berlari dengan turun tangga dan menuju ke parkiran. Namun, saat itu rombongan pelaku terus mengejar.

“Korban terus dikejar hingga dapat di depan pos dan di sana kemudian korban dikeroyok beramai-ramai menggunakan senjata tajam,” terangnya.

Akibat dari kejadian tersebut, masih dikatakan Dayat, korban pun akhirnya mengalami banyak luka bacok dan tusukkan.

“Setelah itu, rombongan pelaku langsung pergi sedangkan korban dibawa ke Rumah Sakit tapi tak lama setelah dirawat di IGD RSMH Palembang korban meninggal,” ungkapnya.

Sementara itu, berdasarkan pantauan saat korban dibawa ke Instalasi Pemulasaran Jenazah RSMH Palembang guna dilakukan pemeriksaan, tampak korban banyak mengalami luka tusuk dan bacok diantaranya yakni di bagian kepala belakang, kening, atas telinga, punggung, bawah ketiak, lengan tangan, siku serta jari jemari.

Usai dilakukan pemeriksaan oleh tim dokter, jenazah korban langsung dibawa pulang pihak keluarga untuk dikuburkan.

Seorang keluarga korban mengatakan, ia tidak mengetahui persis kronologis kejadian yang menimpa korban tersebut.

“Saya dikabari sekitar pukul 05.30 tadi dan saat itu korban sudah di sini (Kamar Jenazah-red),” ungkapnya saat ditemui di Instalasi Pemulasaraan Jenazah RSMH Palembang.

Seorang keluarga korban tersebut juga mengatakan, korban memiliki dua orang anak yang masih kecil.

“Dia lama di Jakarta dan KTP-nya saja masih KTP Jakarta,” terangnya.

Sementara itu, pihak kepolisian dari Polsekta Sukarami maupun Polresta serta Tim Identifikasi Polresta Palembang yang mendapat adanya laporan tersebut langsung mendatangi TKP serta melakukan olah TKP.

Dari olah TKP, petugas tampak mengamankan beberapa barang bukti diantaranya berupa sandal serta topi dan potongan rambut yang duduga adalah milik korban yang ditemukan terkapar di areal parkir Diskotik DA. Selain itu, tampak juga ditemukan banyak bercak ceceran darah.

Bahkan guna kepentingan penyelidikan, petugas juga telah memasang garis polisi baik di areal parkir maupun pintu masuk ke Diskotik DA Palembang.Namun, usai melakukan olah TKP tak ada satupun petugas yang mau memberikan komentar. (Hanter)

Recommended for you

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *