Situasi ini menempatkan Sriwijaya FC dalam tekanan berat, baik dari sisi klasemen maupun kepercayaan publik. Dukungan suporter yang selama ini dikenal loyal kini berubah menjadi kekecewaan terbuka, seperti yang tampak dalam insiden turunnya penonton ke lapangan usai laga.

Aparat Amankan Stadion
Pihak keamanan dan steward stadion langsung membentuk barikade untuk menghalau pergerakan suporter. Setelah beberapa saat, situasi berangsur kondusif dan penonton diarahkan meninggalkan stadion secara tertib.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari manajemen Sriwijaya FC terkait hasil pertandingan maupun reaksi suporter. Namun, kondisi ini jelas menjadi pekerjaan rumah besar bagi manajemen dan tim pelatih untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh.
Derby Sumsel yang sejatinya menjadi ajang gengsi dan pembuktian justru kembali meninggalkan luka bagi Sriwijaya FC. Jika tak segera berbenah, bukan tidak mungkin krisis ini akan semakin dalam dan berdampak lebih luas di sisa kompetisi musim ini.






