Harianpalembang.com, PANGKALAN BALAI – Selama bulan Ramadhan banyak bermunculan masyarakat yang meminta-minta mengatasnamakan dari Panti Sosial. Tidak hanya itu muncul juga orang gila dan gelandangan yang berkeliaran di wilayah Bantuasin, Kamis (16/6).

Seperti diceritakan Nacung Suherman Guru di SMP Swasta Banyuasin III, sejak memasuki bulan ramadhan mulai bermunculan orang yang meminta-minta (pengemis), mereka biasa beraksi dipusat keramaian seperti pasar, pertokon, masjid dan tempat ramai lainnya.

“Yang buat heran mereka mentasnamakan panti sosial dibawah naungan Dinsos Banyuasin. Mereka meminta-minta dengan cara bawa kotak amal dan celengan,” kata Nachung.

Memang munculnya pengemis atas nama panti sosial ini kata dia jika mulai masuk bulan Ramadhan bermunculan seperti jamur. Kadang kala keberadaanya membuat risih masyarakat, selain itu tidak ada tindakan pemerintah yang berusaha menampung mereka.

Hal serupa dikatakan, Muksin, pegawai BRI Cabang Pangkalan Balai menduga pengemis yang meminta-minta di bulan puasa karena tahu bahwa semua orang ingin berbuat amal. Apalagi dengan mengatasnamakan panti sosial tentu lebih mudah menarik iba masyarakat.

“Jadi pengemis dan meminta-minta ini sepertinya jadi pekerjaan musiman, kalau bulan puasa mereka ramai, mungkin karena tau bulan puasa bakal raup duit banyak jadi mereka berbondong-bondong alih profesi,” cerita Muksin.

Sementara itu Kepala Dinas Sosila melalui Kabid Pembinaan Kelembagaan Sosial, Danie Hermansyah mengatakan saat ini panti sosial yang terdata di Banyuasin cuma ada 13 panti. Sisanya tidak memiliki izin dari Dinas Sosial.

“Memang banyak yang meminta-minta ngaku dari panti sosial, panti sosial yang resmi ada surat tanda terdaftar di Dinsos Banyuasin, jika tidak berarti ilegal,” katanya.

Terkait banyaknya pengemis, gelandangan dan orang gila yang bermunculan, Dinsos dalam waktu dekat akan melakukan razia, lalu pengemis dan gelandangan yang kedapan akan ditampung di panti sosial. “Khusus pengemis profesi ini termasuk musiman, karena sudah tau bakal raup duit banyak, bisa jadi pengangguran banting setir jadi pengemis” tegasnya.