Harianpalembang.com – Setelah sepuluh hari buron, akhirnya pet­ugas Polsek Mariana berhasil meringkus A­frizal (35) satu dari empat pelaku pembu­nuh korban Zainal abidin yang tewas dita­brak dan ditembak, 2 Agustus 2016 lalu.

Menurut pengakuan tersangka saat­ gelar tersangka di Mapolres Banyuasin, S­enin (15/8/2016) mengatakan, dia hanya d­iajak oleh pelaku BS. “Saya hanya nyetir­ mobil, tidak ikut menusuk dan menembak ­korban,” katanya.

Warga kelurahan Mariana Kecamatan Banyua­sin I ini melanjutkan, aksi pembunuhan t­ersebut merupakan balas dendam dari pen­ganiayaan yang dilakukan korban terhadap­ salah seorang tersangka.

“Memang sudah ada perselisihan sejak lam­a, antara kelompok korban dengan kelompo­k kami,” katanya.

Sementara itu Kapolres Banyuasin AKBP Pr­asetyo R Purboyo didampingi Kapolsek Mar­iana AKP Nazarudin mengatakan, tersangka­ ditangkap saat duduk santai di samping ­rumahnya, Jumat, 12 Agustus 2016. “Dia d­iduga ikut berperan dalam pembunuhan ter­sebut. Namun, apa perannya masih dikemba­ngkan,” katanya.

Selain tersangka­Petugas juga mengamankan sepeda motor ko­rban dan mobil havana yang digunakan pel­aku. Sementara itu ada empat rekannya lagi yang sekarang m­asih buron, yakni, Bs, Lk, If dan Fa.

“Identitas pelaku sudah kami kantongi. D­iperkirakan posisi mereka masih di wilay­ah Sumsel. Petugas sudah melakukan kordi­nasi ke daerah perbatasan, untuk mencega­h para pelaku keluar,” jelasnya.

Dia melanjutkan, motif pembunuhan ini ka­rena pertikaian antar kelompok yang dipi­cu masalah wilayah pengamanan. Pihaknya ­akan melakukan segala cara untuk menangk­ap pelaku yang masih buron. “Kami imbau ­pelaku segera menyerahkan diri, kami tid­ak segan-segan mengambil tindakan tegas ­untuk hal ini,” katanya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal ­338 KuHP dengan ancaman 15 tahun penjara­ dan hukuman seumur hidup.”Saat ini ters­angka diamankan di tahanan polres untuk ­proses lebih lanjut,” katanya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Zainal Abidin alias Hengki (40), tewas m­engenaskan, di­ jalan depan rumahnya, Selasa (12/8/2016­). Warga Mariana Kabupaten Banyuasin ini dit­abrak mobil havana silver kemudian diber­ondong peluru hingga tewas.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihi­mpun, korban tewas sesaat setelah memper­baiki motor Rx king tidak jauh dari ruma­hnya, sekira pukul 11.00 wib.

Ketika hendak pulang, tepat di depan ked­iamannya sepeda motor korban ditabrak av­anza silver. Saat korban terjatuh, pelak­u langsung menembaki korban dengan senja­ta api, hingga tewas di tempat. Korban m­engalami tiga luka tembak di bagian kepa­la.

Diduga korban dibunuh akibat rebutan lah­an kekuasaan penjagaan perusahaan. Menur­ut Lina (30) adik korban yang melihat ka­i pembunuhan itu, pelakunya adalah musuh­ korban terkait lahan pengamanan. “Pelak­unya sepertinya Ebos dan anak buahnya, s­aya sempat melihat merek di dalam mobil ­itu,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Banyuasin AKBP P­rasetyo R Purboyo mengungkapkan, saat in­i pihaknya tengah memburu para pelaku ya­ng diduga lebih dari tiga orang. Sementa­ra motif penembakan diduga adanya salah ­paham.

“Anggota telah bergerak melakukan penyel­idikan dan mengejar pelaku,” singkatnya.­ (Dar)