Harianpalembang.com, PALEMBANG – Salah satu program Kementerian Parawisata Republik Indonesia, sebagai penyelenggara pemerintahan di bidang parawisata adalah mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang terampil dan profesional dibidang parawisata. Untuk itu Menteri Parawisata memberikan izin di bangunnya dua Pendidikan tinggi bidang Parawisata yakni di Palembang dan Mandalika Lombok.

Fenomena percepatan pembangunan sumber daya manusia kepariwisataan nasional tersebut disambut baik oleh Gubernur Sumatera Selatan. Potensi Sumatera Selatan dinilai cukup besar, hal ini terlihat dari meningkatnya aktivitas bauran pariwisata di Sumatera Selatan yang meliputi aspek fisik, event dan program. Minimnya ketersediaan SDM yang berkompetensi dan tersertifikasi, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menyikapi dengan menyediakan lahan serta ketersediaan APBD, yang didukung Kemenpar, Bappenas

Kepala Dinas Kebudayaan dan Parawisata Sumatera Selatan, Irene Cameline Sinaga saat jumpa wartawan mengatakan, dengan ditunjuknya Palembang untuk dibangunnya Politeknik Negeri Palembang maka dengan segera menyelesaikan administrasinya.

“Gubernur Sumsel telah menghibahkan tanah seluas 20,33 hektar untuk pembangunan Politeknik Parawisata Palembang di daerah Jakabaring,” jelas Irene saat Jumpa pers di Hotel Grand Zuri, Sabtu (04/06).

Lanjut Irene, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia memberi tugas kepada Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung (STP Bandung) untuk membuat kajian terhadap pendirian lembaga pendidikan pariwisata di Sumatera Selatan (Palembang) yang di realisasikan dengan berdirinya Politeknik Pariwisata Negeri Palembang (Poltekpar Palembang).

“Pengkaderan insan Parawisata tidak hanya akademis tapi juga attitude, oleh karenanya kiblat Poltekpar Palembang adalah STP Bandung. Sesuai vis8 yang disampaikan oleh Gubernur Sumsel, bahwa pembangunan Poltekpar Palembang harus berskala dan berstandar internasional,” katanya.

Sementara itu Zulkifli perwakilan dari STP Bandung mengatakan, Poltekpar merupakan lembaga pendidikan yang dibawahi langsung kementerian Parawisata.

“Selain itu Poltekpar Palembang juga di dukung oleh Institusi Pendidikan di dalam negeri dan di luar negeri, seperti Universitas Sriwijaya, IMI Switzerland, Leeds Becket University- UK (LBU) dan Schenectady County Community College – New York (SCCC),” ucapnya.

Lanjut Zulkifli, Pada angkatan pertama pada Tahun Akademik 2016-2017, Politeknik Pariwisata Negeri Palembang akan membuka 4 program studi yakni :
1. Program studi Divisi Kamar, jenjang pendidikan Diploma III.
2. Program studi Tata Hidang, jenjang pendidikan Diploma III.
3. Program studi Seni Kuliner, jenjang pendidikan Diploma III.
4. Program studi Konvensi dan Acara, jenjang pendidikan Diploma IV.

“Perkuliahan akan dimulai pada Agustus 2016 nanti. Untuk Desain Kurikulum dan
metode pembelajaran menggunakan mengedepankan ASEAN Common Competency Standards for Tourism Professionals (ACCSTP) dan standar global dari United Nation World Tourism Organization (UNWTO). Dengan kurikulum berbasis kompetensi di setiap Program Studi, Politeknik Pariwisata Negeri Palembang merupakan lembaga pendidikan tinggi pariwisata yang akan menjawab kebutuhan sumber daya manusia untuk mengembangkan insan pariwisata yang mumpuni mengingat secara geografis, geostrategis dan geopolitis terletak diantara negara-negara ASEAN sehingga memudahkan untuk melakukan kerjasama lintas nasional, regional maupun menjawab tantangan secara global,” terangnya.

Ditambahkannya, untuk tahap pertama Poltekpar Palembang hanya akan menerima 208 mahasiswa, sementara biaya perkuliahan masih digodok oleh Menteri Parawisata, Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi serta Menteri Keuangan, sebagai perbandingan STP Bandung biaya perkuliahan Rp11 juta.