Harianpalembang.com, Palembang – Indonesia sejauh ini cukup berperan sebagai pergaulan global melalui  kebijakan politik luar negeri yang bebas aktif,  Indonesia akan semakin berperan dan disegani dalam percaturan kehidupan global yang berdampak positif bagi kesejahteraan bangsa.

“Maka itu humas instansi pemerintah memiliki peranan yang strategis, humas bukan saja dapat berperan menggali berbagai kebutuhan, permasalahan dan aspirasi rakyat untuk dibawa kedalam kepentingan global tetapi juga dapat berperan membangun image positif bangsa ini di hadapan komunitas global,” Ujar Asisten IV Setda Administrasi dan Pembangunan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Joko Imam Santosa, saat menghadiri Pembukaan Forum Bakohumas Tematik Kementrian Luar Negeri di Hotel Novotel Palembang.  Kamis (2/6).

Forum Bakohumas Tematik kali ini mengsung tema Diplomasi untuk rakyat, Diplomasi arah kebijakan hubungan luar negeri dan Diplomasi Indonesia.

Joko menambahkan, untuk menuju kehumasan yang demikian tentunya dibutuhkan peningkatan kompetensi para praktisi kehumasan termasuk diantaranya kompetensi diplomasi yang membumi.

“Kita yakin dengan berpegang pada prinsip diplomasi untuk rakyat, diplomasi yang membumi, hubungan luar negeri dan diplomasi Indonesia bukan saja akan semakin baik, tetapi juga akan mampu melahirkan partisipasi dan dukungan rakyat. dukungan rakyat ini sangat penting karena tanpa itu, apa pun bentuk kebijakan dan program yang dibuat atau dijalankan pemerintah tidak akan memilki makna apa-apa,” katanya.

Joko berharap, dengan adanya forum bakohumas ini dapat menamba ilmu dan memperluas wawasan seputar diplomasi luar negeri dengan sebaik-baiknya. Terlebih saat ini Pemprov Sumsel tengah gencar menyelenggarakan even-even internasional dan membangun hubungan internasional dalam rangka percepatan pembangunan daerah dengan berorientasi pada pengelolaan potensi besar yang dimilki daerah ini dibidang energy, pertanian, dan letak geografisnya yang strategis.

“Kami percaya forum ini akan memiliki kontribusi yang berarti bagi kita dalam upaya mewujudkan sumsel gemilang didalamnya rakyat hidup sejahtera, terdepan, dan diperhitungkan ditingkat nasional bahkan internasional,” tandasnya.

Sementara itu, Staf Ahli Menteri Bidang Komunikasi dan Media Masa, Kementrian Komunikasi dan Informatika,  Henri Subjakto mengatakan,  masyarakat saat ini bisa menjadi agen diplomasi dan bukan hanya dilakukan kalangan tertentu saja. Selama ini banyak yang berpendapat diplomasi hanya dilakukan kalangan tertentu saja padahal semua masyarakat bisa menyampaikan perubahan dan perkembangan yang ada dalam lembaganya dalam arti diplomasi.

Lebih lanjut dia mengatakan, diplomasi dalam arti menyampaikan prestasi suatu daerah kepada masyarakat secara luas bahkan keluar negeri. Itu bukan dilakukan kalangan pemerintah saja tetapi semua masyarakat yang memiliki prestasi diberbagai bidang juga termasuk agen diplomasi, ujar dia.

“Jadi diplomasi sudah menjadi hak bersama terutama bagi generasi penerus yang memiliki inovasi dalam membuat karya untuk mengharumkan nama baik bangsa.

Menurut dia, apalagi sekarang ini perkembangan ilmu teknologi cukup pesat sehingga diplomasi sangat mudah untuk disampaikan. Bahkan, dengan adanya perkembangan teknologi informasi maka prestasi bangsa dapat disampaikan secara cepat dalam arti sebagai salah satu bentuk diplomasi.

Lebih lanjut ia menjelaskan, tujuan diharpkan bahwa  diplamosi itu akan semakin kuat karena ada sinergi dengan para humas lalu dilanjutkan kepada masyarakat. bahwa diplomasi sekarang tidak lagi hanya dilakukan oleh  diplomatik pejabat karier tetapi juga oleh para wartawan diarahkan kepada masyarakat karena teknologi komunikasi memungkinkan namanya Multitrack diplomasi.

“Bahwa membawa nama Inodonesia, kejayaan Indonesia, citra Indonesia itu tidak hanya melewati diplomasi –diplomasi formal tapi sekarang berkembang lewat berbagai macam saluran di Sosial Media seperti Youtube, Path,  dan Facebook, dan itu menjadi komunikasi yang luar biasa yang mewarnai komunikasi Internasional sekarang.

Selain itu, Dirjen Informasi dan Diplomasi Kementerian Luar Negeri Duta Besar Esti Andayani mengatakan, memang diplomasi bisa saja disampaikan seluruh lapisan masyarakat. Prestasi terbaik karya anak bangsa, misalnya, itu bisa disampaikan melalui media sosial dan  merupakan salah satu bentuk diplomasi, ujar dia.

Apalagi sekarang ini media sosial cukup banyak sehingga diplomasi sangat mudah untuk disampaikan, Oleh karena itu dalam  menyamakan persepsi tentang diplomasi tersebut maka salah satunya melalalui Bakohumas seperti sekarang ini. Pungkasnya. (Rel)