PALEMBANG,Sumseltoday.com – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru mengajak Badan Usahan Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan BUMS yang ada di Provinsi Sumsel, untuk meningkatkan kepedulian dari sedikit keuntungan yang didapat dari Provinsi Sumsel dalam memperhatikan pendidikan, terlebih pendidikan akhlak membebaskan anak-anak atau generasi penerus dari butaksara Alqur’an.
Caranya, dimulai dari program yang telah dinisiasi oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel membangun “Satu desa, satu rumah tahfidz”. Hal tersebut tertuang dalam kata sambutannya saat halal bihalal bersama PT Bukit Asam tbk, di Ballroom Hotel Novotel, Kamis (13/06).
Menurutnya, membangun suatu daerah tidak melulu hanya tentang fisik dan materi saja, sangat penting pula membangun non fisik seperti ahlak. Apalagi di Provinsi Sumsel salah satu indikatornya orang-orang yang bermayoritas berahlak baik sampai dengan saat ini dinyatakan sebagai provinsi yang zero konflik.
“Yang Saya maksud adalah kegiatan belajar dan mengajarnya, karena tidak ada gunanya juga kita mau kaya sekaya apapun kalau kita tidak bersamaan dibarengi dengan ahlak yang baik. Ini mahal nilainya dan harganya mahal sekali,” ungkapnya












