Sementara itu, Wakil DPRD Banyuasin, Sukardi menegaskan sidak yang dilakukan DPRD ini ingin melihat langsung pembangunan Vihara yang saat ini menimbulkan pro kontra di masyarakat.
” Kami minta taati aturan, kita ini ada aturan, jangan asal bangun. Jangan gara-gara ini akan terjadi konflik beragama di Banyuasin,” tegasnya.
Terpisah Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Banyuasin mengatakan selama ini belum pernah sama sekali mengeluarkan rekomendasi pembangunan Vihara di kawasan itu.
Apalagi akan ada pembongkaran rumah ibadah disana dan ini tentu akan menimbulkan konflik beragama di Banyuasin. ” Ini sangat menyalahi aturan. Kami tidak berikan rekomendasi tetapi pembangunan sudah dilakukan. Sangat aneh. Apalagi Musholla disana kabarnya akan dirobohkan,” ujar Ketua FKUB Kemenag Banyuasin, Rasyid Sobri.
Ditempat sama, Humas Pusat Pendidikan Mustria, Jhonson menyebutkan pihaknya telah mengantongi izin dari Pemkab Banyuasin. Dan mereka tidak memiliki urusan dengan DPRD Banyuasin.
” Kami tidak ada urusan dengan DPRD Banyuasin, kami cuma berurusan dengan Pemkab Banyuasin,” jelasnya pada awak media.






